BARRU, BKM–Pencabutan SK DPP PPP kubu Muktamar Surabaya yang diketuai Romahurmuziy oleh Kemenkumham mendapat sambutan dari pengurus DPC PPP Barru kubu Djan Faridz yang dipimpin Yusri Azikin.
Meski demikian, pihak DPC masing menunggu sikap resmi dari Djan Faridz selaku ketua umum DPP PPP. Hal berbeda dengan kubu DPD PPP Barru pendukung Romy yang diketuai Andi Wawo Mannojengi yang memilih diam.
Kisruh dua kubu PPP di Barru membuat bingung dua legislator PPP yakni H Sirua Mustafa dengan H Saharuddin Sunre. Awalnya kedua legislator ini masih setia dengan kepengurusan Suryadarma Ali (SDA), namun belakangan sempat ke kubu Romy. Tetapi selanjutnya, kedua wakil rakyat ini kembali bingung lantaran sulit menentukan pilihan dan akhirnya berdiri dua kaki.
Saat dihubungi Minggu(10/1) kemarin, Sirua Mustafa yang pernah menduduki posisi Wakil Ketua DPC PPP mengaku bingung menghadapi dualisme di partai berlambang ka’bah ini. Awalnya sempat berdiri dua kaki. “Kalau diundang kubu Rohmy saya dengan H Saharuddin hadir dan kalau ada undangan dari Kepengurusan DPP Djan Faridz sebagai Ketua Fraksi PPP di dewan, kami berdua juga hadir. “Kami ini tidak ingin ada kisruh begini dan berharap DPC tidak usah ikut dilibatkan, karena kami masuk DPRD bukan dengan ongkos sedikit. Kita akhirnya bingung karena kedua kubu DPP ini memiliki ancaman yang menakutkan,”ujar H Sirua.
Meski demikian H Sirua dengan H Saharuddin lebih memilih Kepengurusan DPP kubu Djan Faridz. “Saya sangat optimis kalau DPP pihak Djan Faridz yang akan memenangkan pengesahan SK tersebut. “Kami baru saja bersama H Saharuddin mengikuti semua kegiatan DPP Djan Faridz dan kita berdua ikut melakukan penandatanganan fakta integritas. Berbeda dengan Andi Wawo tetap bersikukuh ke kubu Romy,” bebernya.
Terpisah Ketua DPC PPP kubu Djan Faridz, Yusri Azikin menyatakan pihaknya masih menunggu langkah DPP dibawah pimpinan Djan Faridz dan Pengurus wilayah. “Pokoknya kami terus menunggu sikap DPP dan DPW kemudian melakukan apa yang perlu dan penting untuk disikapi,”kata Yusri (udi/rif/c)