MAKASSAR, BKM — Nasib yang menimpa wanita paruh baya, Nur Saenab. Sadel motornya dicungkil maling saat ia menjemput anaknya di SD Negeri Bawakaraeng Jalan Gunung Bawakaraeng, Kamis (7/1) lalu sekitar pukul 11.30 wita.
Aksi pencurian ini dilakukan saat sekolah dalam kondisi ramai karena orang tua siswa datang menjemput anaknya.
Nur Saenab baru menyadari jika sadel motornya dicungkil, saat ia hendak menelepon. Dia kaget setelah membuka sadel motornya, ternyata handphone merek Mito dan dompet miliknya telah raib dicuri.
Saat ditemui BKM, Minggu (10/1), Nur Saenab mengaku bila dirinya bernasib sial lantaran handphone dan dompet beserta isinya yang disimpan di bawah jok motornya telah telah raib dicuri orang.
“Saya parkir motorku waktu itu karena mau jemput anak sekolah, saat itu dalam keadaan ramai. Tapi saya agak jauh dari kendaraan saya. Entalah kalau ada orang dari luar yang masuk mencungkil jok motorku,” kata dia.
Dia juga sudah beberapa kali mencoba menghubugi nomor handphone miliknya, namun tak kunjung diangkat oleh pelaku.
Terakhir dihubungi pelaku sempat mengangkatnya. Ia mengaku sebagai pacar korban, dengan nada mengancam bila ingin menyandera korban.
“Sudahma hubungi beberapa kali nomorku yang hilang itu, ternyata masih aktif. Pelaku mengaku pacar saya, lalu dia ancam saya hendak menyandera saya,” ujarnya.
Nur Saenab pun telah mengadukan kejadian tersebut ke Polsek Makassar dengan nomor pelaporan SKH/355/1/2016/polsek, pada Kamis (7/1) lalu.
Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto yang dikonfirmasi
membenarkan kasus tersebut. Dia pun akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami sudah terima laporannya. Saat ini pelaku masih kami kejar dan melacak keberadaannya,” tukasnya.(ish-mat/c)