Site icon Berita Kota Makassar

Tega Pukul Pacar Gegara Dituduh Homo

MAKASSAR, BKM — Lantaran tersinggung dituding homo oleh kekasihnya sendiri, Nur Samsul (38), tega memukul wajah Jumriani (33) warga Jalan Tidung Mariolo Lorong VII. Jumriani adalah kekasih Nur Samsul.
Peristiwa ini terjadi saat Nur Samsul mendatangi tempat kerja Jumriani di Jalan Pengayoman, Sabtu (9/1), sekitar pukul 22.30 Wita.
Kedua pasang kekasih itu sempat beradu mulut saat bertemu lantaran Nur Samsul tak terima bila dirinya disebut homo oleh Jumriani melalui pesan singkat Blackberry Messangger (BBM) dengan nada mengejek.
Tak terima disebut homo dan sempat bertengkar hebat, Nur Samsul pun naik pitam lalu melayangkan bogem mentah ke arah bibir Jumriani hingga bengkak.
Setelah dipukul, Jumriani langsung mendatangi Mapolsek Panakukang untuk melaporkan perbuatan pacarnya.
Di hadapan polisi, korban mengaku jika dirinya telah dianiaya oleh pacarnya sendiri. “Tiba-tiba saja pacarku itu datangika hanya karena lantaran pesan di BBM yang saya lihat. Ada teman laki-lakinya marah kalau pesannya tidak dibalas, makanya saya berpikir kalau dia homo. Marahki kalau diungkit masa lalunya,” terang Jumriani.
Di hadapan polisi, Jumriani juga mengaku jika dirinya bukan hanya kali ini saja dipukuli oleh pacarnya. Bahkan Nur Samsul juga kerap memukuli dirinya saat sedang mabuk. Namun hanya baru kali ini dirinya melaporkan ke polisi.
Nur Samsul yang mengetahui bila Jumriani melaporkan dirinya ke Mapolsek Panakukang atas penganiayaan tersebut, akhirnya mendatangi Mapolsek Panakkukang untuk mengklarifikasi laporan Jumriani.
Nur Samsul mengakui perbuatannya di hadapan polisi. Saat itu ia dalam keadaan mabuk. “Saya barusan memang minum Topee Roja sama bir,” akunya.
Lantaran kesal melihat sikap Nur Samsul yang datang dalam kondisi mabuk, penyidik akhirnya mengamankan Nur Samsul. Sementara korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo yang dikonfirmasi membenarkan soal kasus penganiayaan yang terjadi di depan tempat kerja korban.
“Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan korban. Kita masih sementara tunggu hasil visumnya, sedangkan pelakunya belum bisa kita mintai keterangannya karena masih dalam kondisi mabuk,” tandasnya. (ish-mat/b)

Exit mobile version