MAKALE, BKM — Peredaran narkotika jenis sabu-sabu sudah memprihatinkan di Tana Toraja dan Toraja Utara. Selama tahun 2015 kasus narkoba meningkat tajam. Dari 4 kasus pada tahun 2014 naik hingga 15 kasus selama tahun 2015.
”Kondisi ini membuat polisi dan masyarakat di Toraja hendaknya lebih berhati-hati kepada anak dan keluarga melakukan pencegahan dan pengawasan, sebab wilayah Toraja sudah menjadi sasaran peredaran narkoba,”terang Kasat Narkoba Polres Tana Toraja AKP Sudarman kepada awak media pekan lalu.
Mantan Kapolsek Mengkendek ini mengakatakan, pelaku ditangkap tangan melakukan transaksi menjual sabu didominasi warga dari luar kabupaten seperti Sidrap, Palopo, Bone dan Pinrang.
Para pengedar, telah divonis bervariasi sesuai peran dan tingkat pelanggaran masing-masing sedangkan pemakai hanya direhabilitas BNN Tana Toraja. Sementara barang bukti yang disita juga jauh lebih besar tahun 2015.
”Sebagai antisipasi, Tana Toraja dan Toraja Utara darurat narkoba. Pencegahan hendaknya dilakukan, terang Kasat.
Terpisah anggota DPRD Tator Kendek Rante menjelaskan, Toraja adalah tujuan utama wisata di Sulsel dan boleh jadi sasaran empuk para pengedar narkoba, dan menjadi sasaran lebih banyak kalangan kawula muda, termasuk anak sekolah. Solusi pencegahannya adalah memutusakan mata rantai jaringannya dan memusnahkan barang bukti (BB) dengan transparan. (gus/C).