Site icon Berita Kota Makassar

Diteror, Danny Diselamatkan Personel Raider

MAKASSAR, BKM — Warga Kota Makassar nyaris kehilangan wali kotanya setelah sekelompok teroris “menculik” Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Teroris tersebut meminta uang tebusan senilai Rp2 triliun agar bisa membebaskan kembali Danny sapaan akrab wali kota.
Berkat kesigapan dan ketangkasan Tim Anti Teror dari Batalyon Infanteri 700/Raider, akhirnya bisa menggagalkan rencana penculikan ke orang nomor satu di Makassar itu.
Dalam aksi penyelamatan tersebut, wali kota sempat memuntahkan beberapa peluru kearah teroris dari jarak 25 meter, sehingga melumpuhkan dua orang teroris. Danny terlihat didampingi Komandan Batalyon Infanteri 700/Rider, Letkol. Inf. Sapto Irianto.
Kejadian tersebut merupakan drama atau rangkaian dari simulasi yang digelar Batalyon Infanteri 700 Raider. Saat itu, Danny menjadi tamu kehormatan di markas Batalyon Infanteri 700/Rider, Rabu (13/1).
Danny disambut langsung Komandan Batalyon Infanteri 700/Rider, Kolonel Infanteri Sapto Irianto dengan pemasangan baret dan pakaian loreng NKRI.
Menurut Letkol Inf Sapto Irianto, Wali Kota Makassar memiliki bakat menembak. Hal tersebut dilihat saat Wali Kota Makasaar menembak dari jarak 25 meter dan berhasil menjatuhkan dua lempeng sasaran yang terlihat jika psikologinya tenang.”Pak Wali sudah ada bakat, pak wali memiliki psikologi yang tenang. Saat menembak dibutuhkan ketenangan, fokus, dan konsentrasi,” lanjut Sapto.
Sementara itu, Danny Pomanto mengatakan, peristiwa ini merupakan kenangan yang dapat diceritakan dan menjadi momen yang menarik.”Seumur hidup inilah yang dapat dikenang dan dapat menjadi bahan cerita,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Danny juga menyempatkan untuk menyaksikan demonstrasi bela diri dari Merpati Putih Batalyon Infanteri 700/Rider, menanam pohon untuk penghijauan, serta menjajal kemampuan menembak pistol eksekutif, dan senapan laras panjang. (arf/war/c)

Exit mobile version