MAROS, BKM — Puluhan petani di Kabupaten Maros mengeluhkan kelangkaan pupuk, khususnya jenis SP36 dan ZA. Mereka mengaku kesulitan menemukan pupuk di gudang distributor.
Dua jenis pupuk yang menjadi kebutuhan dasar tanaman padi dan dinilai lebih baik dari pupuk organik maupun non organik.
Kepala Desa (Kades) Salenrang, Kecamatan Bontoa, Muh Nasir menjelaskan, kondisi penanaman tanam padi telah rampung sekitar 60 persen. Sementara fase antara tanam dan pemupukan sekitar 10 hari hingga 14 hari wajib dilakukan.
“Cuman kita khawatir gagal panen, karena sudah sekitar 10 hari petani mengalami kelangkaan pupuk,” jelas Kades, Rabu (13/1).
Menurut Nasir, kondisi serupa juga terjadi di desa lain yang bahkan lebih dulu melakukan penanaman.
“Contoh di Desa Mangeloreng dan Desa Mattoanging yang sudah hampir 30 hari menanam tapi tidak menggunakan pupuk berimbang. Tentu akan berdampak pada turunnya produksi pertanian secara signifikan,” keluhnya.
Kelangkaan pupuk juga dibenarkan Komandan Kodim (Dandim) 1422/Maros, Letkol Inf Sunarto selaku mitra program swasembada beras tahun 2016.
“Sudah tiga hari terjadi kelangkaan dan mulai dikeluhkan petani. Informasi yang kami terima dari Babinsa yang mendampingi petani bahwa terjadi kendala stok pupuk dari distributor,” beber Dandim.
Meski begitu, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi secepatnya dengan pihak distributor dan Dinas Pertanian Maros guna mencari solusi yang dihadapi para petani. (ari-ril/c)