Site icon Berita Kota Makassar

Rektor UMI Monev Program KFTD di Takalar

TAKALAR, BKM — Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Sulsel melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) dengan program Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar (KFTD) yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulsel melalui Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal tahun 2015.
Monev dilakukan di empat kabupaten untuk tahun 2015 yakni Gowa, Takalar, Luwu Utara dan Jeneponto. Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah M,MA didampingi Ketua LPM UMI, Prof Dr H Salim Basalamah, SE.,MSi., Pengelola program, Ir.H.Anas Bojeng,MSi,, Sekretaris LPMD, Drs.H. Rauf Assgaf, M.Pd., Kepala Humas UMI, Hj. Nurjannah Abna.
Turut hadir dari PNFI PLS Diknas Sulsel, Drs. Sapri., M.Pd melakukan monev program KFTD di Kabupaten Takalar, Selasa (12/1). Dalam monev, Rektor UMI dan rombongan melihat langsung proses pembelajaran yang dilakukan Tutor dari SPD UMI, dan juga pemberian skill menjahit dan membuat kue sembari penuntasan calistung.
Rektor UMI dalam arahannya mengatakan bahwa menuntut ilmu tidak ada batasnya sebagaimana hadist nabi tuntutlah ilmu mulai ayunan hingga liang lahad dan program yang diikuti ibu-ibu bagamana penuntasan calistung dan juga buata aksara al qur’an merupakan salah satu ibadah kepada Allah.
”Yakinlah bahwa orang yang berilmu, Allah akan mengangkat derajatnya,” jelas Rektor.
Masrurah menambahkan program keaksaraan fungsional merupakan salah satu program UMI sebagai lembaga pendidiakn dakwah dalam upaya mendukung pemerintah untuk mengurangi minimnya pengetahuan masyarakat tentang keaksaraan dengan pendekatan pembelajaran baca, tulis, dan hitung yang terintegrasi dengan keterampilan usaha berdasarkan kebutuhan dan potensi warga belajar dan dirangkaikan dengan program penuntasan buta aksara al Qur’an.
Dengan potensi yang dimiliki, UMI bertekad membantu pemerintah dalam menuntaskan angka buta aksara. Sementara itu pengelola program Ir. H. Anas Bojeng, MSi didampingi sekretaris LPMD , Drs H Rauf Assagaf, M.Pd., mengatakan bahwa program KF UMI untuk tahun 2015, terdiri atas 10 kelompok yang tersebar di 4 kabupaten binaan UMI, yaitu Gowa (borisallo), Desa Marayoka di Jeneponto, Desa Toata di Takalar dan Desa Arusu di Luwu TImur dengan peserta 20 orang setiap kelompok, jadi keseluruhan 200 kelompok, dan untuk monev kali ini khusus kunjungan tim ke Desa Toara Kab. Takalar,
Program KF merupakan salah satu program pendidikan pada jalur nonformal bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengentaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan dan ketidakberdayaan. Program ini bertujuan agar penyandang buta aksara memperoleh keterampilan dasar untuk baca, tulis, hitung serta mampu berbahasa Indonesia, memperoleh keterampilan fungsional yang bermakna bagi kehidupannya. (ila-ril/c)

Exit mobile version