RANTEPAO, BKM — Meki kalah di Pilkada 9 Desember 2015 lalu, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring tetap akan mewujudkan tekadnya membangun Toraja Utara. Dia tak akan pernah menyera tetapi maju terus.
Persoalan lima tahun kepemimpinannya belum tersedianya sarana perkantoran semua SKPD, hal itu tidak terwujud karena sulit dan susahnya ketersediaan tanah dan lahan.
”Banyak gambar dan master plan bangunan sudah selesai, sebelumnya tanah sudah dihibahkan kembali dipersoalkan membuat beberapa bangunan tidak lanjut,” Sorring, saat menerima Kepala Kantor Kemenag H Rappe di ruang kerjanya Rabu (13/1)
Diakui Batti Sorring, peran Departemen Agama membina kerukunan umat beragama selama ini sudah terjalin dan berjalan baik di daerah ini, hanya saja menyiapkan lahan pembangunan kantor tidak semudah diharapkan sebab penataan kota Rantepao tidak semuda membangun kota baru sebagai kota penyangga.
Meskipun kondisinya demikian Sorring optimis pembangunan kantor Kemenag segera diwujudkan, hanya saja butuh waktu karena terkendala ketersediaan lahan.
Selama menjabat sejumlah kantor pemerintah berhasil dibangun yakni kantor camat dan lembang, juga fokus pembangunan infrastruktur jalan perlancar aksebilitas dan transportasi dukung kesejahteraan masyarakat.
Sementara H Rappe mengakui kunjungan kerjanya ke Bupati Toraja Utara membahas pembangunan kantor Kemenag sebab hanya terbangunnya kantor yang representatip pelayanan akan lebih baik.
”Saat ini kantor KUA belum ada di semua kecamatan di Toraja Utara, namun setelah konsultasi dengan bupati solusi ketersediaan lahan segera teratasi, dan diharapkan melalui kerukunan umat beragama kita secara bersama memberi perhatian dukungan,” jelas H Rappe (gus/C).