MAKASSAR, BKM — Proyek transportasi massal kereta api di Sulawesi Selatan terus digenjot. Saat ini, rel terpasang sudah terpasang sepanjang 20 kilometer di rute Makassar-Parepare.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulawesi Selatan (Sulsel) Ilyas Iskandar mengatakan, progres pemasangan rel menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.”Target awal hanya sepanjang 16 km, tetapi telah diselesaikan 20 km,” kata Ilyas di Makassar.
Dia melanjutkan, rel kereta api yang terpasang sepanjang 20 km itu berada di Desa Lalalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulsel.
Pengerjaan rel terus dilakukan sambil pembebasan lahan tahap kedua berproses. Kuncinya, kata Ilyas, terletak di proses pembebasan lahan.
“Jika pembebasan lahan tidak bersoal, pembangunan fisik bisa terus digenjot karena material sudah tersedia,” ungkapnya, di Kantor Gubernur, Kamis (14/1).
Progres fisik yang terlaksana di lapangan sesuai dengan keinginan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Sementara itu, Kepala Bagian Bina Wilayah Biro Pemerintahan Umum Ardiles Saggaf mengemukakan, untuk pembebasan lahan tahap pertama sepanjang 30 km di Kabupaten Barru yang telah berlangsung sejak 2015 lalu, sampai saat ini terdapat 14 bidang lahan yang saat ini tengah diproses melalui konsinyasi.
SK Penetapan Lahan untuk pembebasan lahan tahap kedua juga telah dikeluarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sejak November 2015 lalu. Lokasi yang dimaksud panjang total 51,5 km, mencakup Kabupaten Barru sepanjang 40 km dan Kota Parepare 11,5 km.
Sampai saat ini, baru dua daerah yang tersentuh proses pembebasan lahan. Sementara tiga lainnya, Makassar, Maros, dan Kabupaten Pangkep akan menyusul untuk dibebaskan.
Ardilles berharap Dokumen Perencanaan untuk Kabupaten Pangkep dan Maros segera dimasukkan oleh Kementerian Perhubungan agar semua kegiatan dapat berlangsung lebih awal.
Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Sulawesi, Henry Hidayat yang dihubungi BKM untuk mengetahui perkembangan di lapangan berkali-kali ditelepon tidak merespon.
Pembangunan jalur rel kereta api lintas Makassar-Parepare merupakan tahap I dari rencana pemerintah menghadirkan Trans Sulawesi Railways yang akan menghubungkan kota-kota besar di Sulawesi.
Ditargetkan tahun 2018, trayek Makassar-Parepare sudah bisa dioperasikan.
Tahun ini, pemerintah pusat berencana akan menyuntikkan anggaran senilai Rp2 triliun pada APBN-P 2016 karena pada APBD Pokok 2016, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah hanya sekitar Rp250 miliar.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko menjelaskan lintas Makassar-Parepare sepanjang 145 km. Tahun ini akan diselesaikan sepanjang 16,1 km dalam 13 paket pekerjaan.
Tahun 2015, anggaran yang disiapkan sebesar Rp1,535 triliun. (rhm/war/b)