PAREPARE, BKM — Pemkot Parepare dan jajaran TNI/Polri membentuk Posko melakukan patroli gabungan guna mencegah meluasnya aksi teror ISIS di tanah air. Kesepakatan ini dicapai di ruang rapat Sekkot Parepare, Jumat (15/1) Rapat turut dihadiri anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan Kantor Kemenag Parepare, termasuk perwakilan Kominda (Komite Intelijen Daerah).
Pertemuan ini digelar atas atas perintah Wali Kota Dr HM Taufan Pawe, sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya faham-faham radikal di Parepare. Khususnya, organisasi ISIS dan Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang tengah disorot media tanah air.
Seluruh peserta rapat mengutuk dengan keras serangan ISIS yang terjadi di kawasan Sarinah Jakarta Kamis (14/1). Pemkot, TNI/Polri dan FKUB menyepakati perlunya kegiatan sweping gabungan khususnya di pintu perbatasan masuk Kota Parepare dan Pelabuhan Parepare.
Sekkot Parepare, Mustafa Mappangara mengatakan komunikasi dan koordinasi semua elemen dalam mengantisipasi ISIS dan Gafatar perlu lebih ditingkatkan. Mustafa menyatakan, Pemkot telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh camat lurah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kedua organisasi itu. Pemkot juga akan membentuk Posko kewaspadaan di semua kantor kelurahan. Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Afsa, menjelaskan kegiatan patroli gabungan akan dilakukan secepatnya.
Pada dasarnya kata dia, ”Polres Parepare telah mengantisipasi hal ini, namun butuh keterlibatan semua pihak untuk mengantisipasi ISIS dan Gafatar,” katanya.
Pasi Intel Kodim 1405 Mallusetasi, Yan Patete, menyatakan pelibatan semua unsur masyarakat dalam mengatasi ISIS dan Gafatar sudah tepat.
Perwakilan umat Kritiani yang juga anggota FKUB Kota Parepare, Pdt Max menyatakan pihaknya mengutuk kejadian teror ISIS di Jakarta. ”Kita di Parepare sudah punya pengalaman dan kita semua harus selalu kompak dan saling berkoordinasi,” katanya. (smr/C)