Site icon Berita Kota Makassar

Pengamanan Syahrul-Agus Diperketat

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali mengumpulkan seluruh organisasi keagamaan dan aliran kepercayaan hingga kepala Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) kabupaten/kota, Minggu (17/1) malam di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka.
Pertemuan itu merupakan tindaklanjut kegiatan serupa yang dilakukan Gubernur di Starbucks Cafe Mal Ratu Indah (MaRI) dengan ormas Islam di Sulsel pada Jumat (15/1) lalu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Asmanto Baso Lewa mengatakan, jika pada pertemuan di Starbucks Cafe disepakati beberapa poin pernyataan sikap, maka pertemuan semalam dilakukan deklarasi Sulawesi Selatan melawan teroris.
Bukan hanya tokoh dan pemuka agama Islam saja yang diundang, namun seluruh ormas agama serta aliran kepercayaan, dari Kristen Katolik, Protestan, Budha, Hindu, hingga Kong Hu Cu.
Sebelumnya, saat pertemuan di Starbukcs Cafe, Gubernur dan sejumlah tokoh Islam dari 22 ormas Islam mengeluarkan pernyataan sikap.
Isi pernyataan sikap tersebut diantaranya mengutuk segala bentuk aksi terorisme yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap radikalisme.
Sebelumnya, Syahrul mengatakan, tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi-aksi radikalisme
yang muncul di tanah air.
Sebagai seorang gubernur, Syahrul tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya terhadap aksi teror yang terjadi di tanah air. Alasannya, peristiwa itu akan berimbas pada kondisi ekonomi bangsa.
“Ekonomi Sulsel yang terus kita jaga agar bertumbuh, jangan sampai terkoreksi hanya karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, pascatragedi bom meledak si kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, pengamanan dan pengawalan di ring satu gubernur serta wakil gubernur diperketat.
Menurut Koordinator Pengamanan dan Pengawalan Gubernur Sulsel Muh Nazir, kewaspadaan seluruh aparat keamanan di ring satu semakin ditingkatkan. “Koordinasi terkait pengamanan kepada seluruh personel pengawalan gubernur dan wakil gubernur kian diintensifkan,” ungkap Nazir.
Langkah itu diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, langkah kehati-hatian dan mawas diri setiap personel harus selalu ditekankan, mengingat gubernur dan wakil gubernur merupakan pejabat teras.”Kuncinya, bekerja sesuai protap dan meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Nazir, pihaknya juga akan memaksimalkan jumlah personel pengamanan dan pengawalan yang ada selama ini.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel Iqbal Suhaeb mengatakan, pihaknya menambah intensitas patroli, baik di rumah jabatan gubernur/wakil gubernur, serta di kantor gubernur.
“Yang tadinya patroli dilakukan dua jam sekali, sekarang kita satu jam sekali. Selebihnya, sesuai dengan prosedur yang sudah ada,” ungkap Iqbal.
Melihat situasi yang tetap kondusif saat ini, tambah Iqbal, belum ada rencana penambahan personel. Namun, aparat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Personel tidak ditambah. Tetap empat dari Satpol PP dan dua dari kepolisian. Untuk di kantor gubernur, semua tetap pada standar yang ada,” jelas Iqbal.
Dia juga sudah mengeluarkan edaran ke setiap unit kerja agar mewaspadai hal-hal mencurigakan yang terjadi di sekeliling.
Selain di lingkup Pemprov Sulsel, antisipasi teror bom juga kian diintensifkan jajaran Polrestabes Makassar. Sabtu (16/1) malam digelar razia terhadap pengendara sepeda motor dan mobil box yang melintas di jalan raya.
Dalam operais ini polisi menghentikan pengendara. Isi dan tas pengemudi mobil serta bawah sadel motor diperiksa secara teliti. Tujuannya mencari bahan peledak dan benda berbahaya lainnya.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Pol Burhanuddin mengatakan, razia di malam hari ini digelar untuk mengantisipasi teror bom. Operasi yang dipusatkan di depan mapolrestabes ini dipimpin langsung Kapolrestabes Kombes Pol Rusdi Hartono dengan melibatkan anggota TNI, Satlantas serta Resmob. Selain itu, razia serupa dilakukan jajaran polsek.
Di tempat terpisah, Minggu (17/1) pagi, aparat Polres Pelabuhan juga melakukan razia terhadap penumpang kapal di pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta, Jalan Nusantara. Pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang kapal yang hendak berangkat maupun transit. Tas jinjingan maupun koper serta dos bawaan penumpang diperiksa dengan menggunakan detektor.
Kapolres Pelabuhan AKPB Ivan Setiadi mengemukakan, para penumpang kapal yang berangkat maupun transit di Pelabuhan Soekarno Hatta semuanya diperiksa, baik di pintu masuk maupun pintu keluar masuk. Termasuk di pintu naik turun penumpang kapal. (rhm-jul/rus/b)

Exit mobile version