GOWA, BKM — Puluhan warga tiba-tiba mendatangi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Tanakaraeng, Senin (18/1) pukul 09.00 Wita. Kedatangan warga untuk melayangkan protes terhadap kepala sekolah (Kepsek) setempat yang melakukan pemecatan kepada dua guru honorer.
Dua guru bertstatus honerer itu, Sudarni, SPd (guru SMPN 5 Manuju Satap Tanakareng) dan Syahrir, SPdI (guru SDI Kananga Satap Tanakaraeng). Sementara Kepsek SMPN 5 Manuju Satap Tanakaraeng bernama Idris Dolo.
Warga yang sebagian besar kerabat dari dua guru honorer tersebut mengaku kecewa, lantaran pemecatan keduanya tidak disertai Surat Keputusan (SK). Pemecatan juga terindikasi pesanan, karena atas perintah Kepala Unit Pembantu Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikporda) Manuju, H Marham Sila.
“Saya datang untuk mempertanyakan pemberhentian istri saya karena tanpa didasari SK pemberhentian sebagai guru honorer di sekolah ini,” tegas Baharuddin, suami Sudarni, salah seorang guru honor yang dipecat.
Baharuddin didampingi keluarga dan kerabatnya, bahkan mengancam akan menyegel kompleks sekolah jika kepsek tidak menarik kembali sanksi pemecatan terhadap kedua guru honor tersebut. Terlebih, kata Baharuddin, pemecatan tidak didasari oleh alasan yang jelas.
“Mereka tidak tahu apa kesalahan istrinya, mengapa keduanya diminta untuk istrahat mengajar.Kita juga bingung,” kata Baharuddin.
Aksi unjuk rasa ini berjalan tertib setelah pihak sekolah bersedia melakukan dialog. Pertemuan antara pihak keluarga dengan otoritas sekolah berlangsung di salah satu ruang kelas. Pertemuan berlangsung selama satu jam lebih akhirnya menyepakati agar kedua guru kembali mengajar di sekolah tersebut.
Kesepakatan juga lahir setelah Kepsek SMPN 5 Manuju Satap Tanakaraeng, Idris Dolo didampingi Kepala UPTD Dikorda Manuju, H Marham Sila menghadiri rapat dengan pendapat bersama anggota DPRD Gowa dapil III Pattallassang, Bontomarannu, Parangloe.
H Marham Sila, selaku Kepala UPTD Dikorda Manuju, yang dikonfirmasi bekelik jika pemberhentian kedua guru honor tersebut hanya persoalan kesalah pahaman saja.
“Ini hanya masalah salah paham. Kita sudah bicara dan kedua guru itu sudah diminta untuk kembali mengajar,” akunya. (sar-ril/b)
Pecat Guru Honorer, Warga Demo Kepsek

BKM/SAR DIALOG -- Suasana pertemuan antara pengunjukrasa dengan pihak otoritas disalah satu ruang kelas SDI Tanakaraeng.