TORAJA UTARA adalah salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) karena memiliki objek wisata yang unik, menarik dan memiliki legenda yang dikenal dunia internasional bersama kopinya.
Obyek wisatanya, paling banyak diminati para wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik saat ke Toraja selain Ke`te Kesu, juga Londa dengan ciri khas tersendiri, selain terdapat deretan goa (liang) diatas ketinggian, juga disekitarnya dipenuhi peti jenzah (erong), maupun tengkorak.
”Di Londa kita dapat menyaksikan deretan patung (tau-tau). Menurut kepercayaan adat Toraja semakin tinggi peti jenazah diletakkan menandakan tinggi juga kastanya di masyarakat sehingga Londa tiada taranya,”ujar Kabag Humas Toraja Utara Fitra Rusdi kepada BKM belum lama ini.
Disebutkan Fitra, kelebihan tersendiri Londa terdapat goa sedalam 1000 meter yang memiliki cerita dan legenda, sehingga siapapun bermaksud melintas di goa tersebut harus ada syaratnya karena berbahaya.
Selain dipandu guide tertentu, juga dilengkapi dengan penerangan atau petromaks, pasalnya selama dalam goa perlu hati-hati karena dihiasi stalagtik dan stalatmik, apalagi jika lebih jauh kedalam goa semakin sempit, hanya saja harus kocek kantong sebagai imbalan jasa. Demikian pula di To` barana kecamatan Sa`dan sekitar 15 km dari kota Rantepao, terdapat tenun batik tradisonal Toraja dikerjakan pengrajin terampil secara tradisonal dengan aneka corak dan motif bercirikan Toraja, dan paling diminati wisman sebagai ole-ole saat kembali kenegaranya.
Menyongsong dilantiknya pemimpin baru Toraja Utara DR Kalatiku Paembonan-Ir Yosia Rinti Kadang, tekadnya siap mengantar Toraja Utara berpengharapan dengan sebuah perubahan, begitu menyenangi dan kagumi Presiden Jokowi, masyarakat Toraja Utara berharap Presiden bersama ibu Negara selain berwisata ke Toraja, juga silaturrahmi sebagai wujud pemimpin semimpi dengan masyarakatnya, terag Fitra (gus/C).