GOWA, BKM — Kemcatan arus lalulintas di Jalan Poros Sungguminasa-Palangga, tepatnya di Kelurahan Manggalli, khususnya pada jam kerja terus menuai sorotan. Warga bahkan menuding, kemacetan terjadi oleh kahadiran Pedagang Kaki Lima (PK-5) yang mulai menggunakan bahu jalan.
Dari pantauan BKM, Selasa (19/1), aktivitas pedagang di jalan tersebut masih cukup ramai. Akibatnya, sering terjadi penyempitan jalan yang memicu kemacetan panjang. Kendati sudah sering dilakukan penertiban, namun PK-5 tetap saja beraktivitas, bahkan hingga malam hari.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Badan Satuang Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Gowa, Hasanuddin Ahmad mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk menertibkan pedagang di wilayah Mangngalli. Dia berdalih kalau kemacetan hanya bersifat insidentil dan tidak setiap saat terjadi.
“Sudah ada tim disana. Kemacetan juga hanya selali-sekali, karena disebabkan para pedagang tidak mau diarahkan. Mereka sepertinya tidak mendengar arahan agar tidak berjualan di tepi jalan. Pernah sempat tidak ada lagi pedagang tapi berselang dua hari, mereka kembali datang,” kata Hasanuddin Ahmad.
Kendati begitu, pihaknya berjanji akan mengoptimalkan kerja tim di lapangan. Para PK-5, kata dia, akan diarahkan masuk ke pasar Induk Minasamaupa yang sebelumnya memang ditetapkan sebagai tempat permanen bagi PK-5 di Sungguminasa dan sekitarnya.
Hampir semua lapisan masyarakat berkeluh kesah atas kondisi lalulintas di jalan itu.”Kasihannya di poros Pallangga cuma ada satu jalan besar menuju ke seberang kota Sungguminasa. Sementara kemacetan selalu terjadi di mulut jembatan kembar yang ada di wilayah Pallangga,” keluh St Hasnah Dg Kebo, warga Desa Bontoala, Kecamatan Pallangg.
St Hasnah berharap, Pemkab Gowa aktif turun ke lokasi untuk melakukan penertiban. Dia menuding kalau biang kemacetan dipicu oleh maraknya aktivtas Pk-5 disana.
“Karena mulai banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Makanya sering macet. Kita minta ada upaya dari pemerintah,” pintanya. (sar-ril/b)