MAMUJU, BKM — Tahun 2016 ini, Kabupaten Mamuju bakal berubah status menjadi kota. Semua proses administrasi telah dilakukan, kecuali administrasi peta wilayah. Untuk pembuatan peta administrasi ini ditaksir menelan anggaran sekitar Rp300 juta. Dana untuk pembuatannya telah dilakukan melalui APBD Mamuju tahun anggaran 2016 sebesar Rp200 juta.
Sedangkan sisanya Rp100 juta, dialokasikan melalui APBD Sulbar tahun 2016. Karateker Bupati Mamuju, Bebas Manggazali kepada BKM melalui telepon selulernya, Minggu (24/1) kemarin, mengakui, dirinya bersama Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar, Wahab Hasan Sulur dan Komisi I DPRD Sulbar, telah menyerahkan dukungan tentang administrasi pendukung terbentuknya kota Mamuju.
Pembentukan kota Mamuju ini, menurut Bebas, memang sudah sangat mendesak dan urgen. Karena itu menjadi persyaratan mutlak yang diatur dalam undang-undang sebagai ibukota provinsi. ”Semua proses administrasi sudah siap. Tinggal kita melengkapi dengan peta administrasi kota Mamuju nanti seperti yang dimintai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Insya Allah semua akan terlaksana dengan cepat. Dan diperkirakan pada tahun 2016 ini akan terwujud kabupaten Mamuju akan berubah status menjadi kota Mamuju. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dari para pejabat terkait, baik yang ada pada Pemkab Mamuju, DPRD Mamuju, DPRD Sulbar, dan Pemprov Sulbar melalui Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh,” kata Bebas. (ala/mir/c)
Pengesahan Kota Mamuju Tunggu Peta

BKM/ALALUDDIN Bebas Manggazali