Site icon Berita Kota Makassar

Rp300 Juta untuk Tiga Unit CCTV

GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengusulkan anggaran pengadaan tiga unit kamrea Closed Circuit Television (CCTV) pada APBD Perubahan tahun 2016 sebesar Rp300 juta.
Pemkab beralasan pengadaan CCTV perlu sebagai upaya pencegahaan tindak kriminalitas yang marak terjadi di sejumlah ruas jalan.
Kabag Umum Setkab Gowa, Andi Sura Suaib, Jumat (22/1) pakan lalu mengakui besarnya anggaran CCTV. Alasannya, karena didasari oleh kualitas gambar yang dapat diperbesar hingga 20 kali lipat serta dapat menjangkau aeral hingga 360 derajat.
“Untuk harga satu kamera beserta komponennya berkisar Rp 100 juta ditambah biaya sewa jaringan internet sebanyak Rp 120 juta. Yah rencananya kita ajukan pada APBD Perubahan,” kata Andi Sura.
Dijelaskannya, seluruh CCTV yang dipasang nantinya dapat diakses lewat pos Lalulintas Polres Gowa dan ruang kontrol yang dibangun di Pemkab Gowa. Bisa juga diakses lewat telepon pintar yang memiliki aplikasi khusus untuk mengakses gambar di CCTV yang telah dipasang. Ruang kontrol juga akan dipasang di kantor Dinas Perhubungan.
Sekaitan banyaknya tindak kriminal yang sulit diusut kepolisian lantaran sejumlah kawasan masuk dalam status rawan seperti di bundaran Samata, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, pertigaan cek point Kecamatan Pallangga serta perempatan jalan depan kantor Bank Sulsel Gowa.
Sebelumnya pada tahun 2015 lalu, Pemkab telah mengalokasikan anggaran pengadaan CCTV sebanyak empat unit yang dipasang di perempatan poros Malino -Pallangga, pertigaan Masjid Raya, batas kota Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Andi Malombbasang.
Rencana penambahan kamera CCTV tersebut direspon besar jajaran Polres Gowa, apalagi kamera tersebut memang sangat dibutuhkan. Seperti dikatakan, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Muh Yunus Saputra mengatakan, pengadaan CCTV sangat mendesak. Dia mengaku selama ini pihaknya sulit melacak pelaku kejahatan di jalan lantaran tidak didukung dengan bukti visual.
“Makanya kami sangat berharap Pemkab memfasilitasi tambahan kamera di sejumlah kawasan rawan agar mudah terpantau,” ujarnya.
Adapun dua CCTV yang terpsang saat ini, kata Yunus Saputra, tidak berfungsi dengan baik. Satu unit tidak menyorot ke arah jalan. Sementara satu lagi tidak bisa merekam alias rusak.
“Dengan adanya kamera pengintai ini sangat membantu pihak kami mengusut kasus kejahatan di jalan termasuk bisa.memantau kawasan macet juga,” kuncinya. (sar-ril/c)

Exit mobile version