Site icon Berita Kota Makassar

Syamsuddin Hamid Bicara Soal Ijazahnya

PANGKAJENE KEPULAUAN, BKM–Bupati Pangkep terpilih Syamsuddin A Hamid kembali berbicara soal ijazahnya yang dituding palsu dikediamannya, Sabtu (23/1).
Selama tahapan Pemilukada Syamsuddin enggan membahas tudingan ijasah palsu yang diarahkan kepadanya. Menurut Syamsuddin ijazah miliknya asli, bukan palsu. Meski sudah usang dan sudurnya rusak karena tidak dilaminating. Dan masalah tersebut telah dilaporkan ke Mabes Polri. “Kalau saya di demo terkait masalah itu, silahkan saja. Yang jelas kasus ini sudah ditangani Polda Sulsel tahun 2011 yang lalu, sehingga kalau dimunculkan lagi sekarang dijadikan alat politik oleh lawan silahkan saja, tapi jangan memaksakan kehendak dan saya sipa menghadapi tudingan ini dan itu ada
nomor STTBnya di Diknas,”ujar Syamsuddin.
Ketua DPD II Golkar Pangkep ini menjelaskan kalau masalah ijazah sesungguhnya telah dianggap selesai, namun kalau diungkit lagi silahkan, “Kalau masalah melapor balik atas kasus pencemaran nama baik, belum, makanya saya siapkan waktu saya menjelaskan masalah ini, apalagi sudah jadi bahan pembicaraan publik di Pangkep menganggap ijazah saya palsu, itu hanya fitnah bagi saya,”jelasnya. Syamsuddin bahkan mempersilahkan menanyakan ijazah dirinya kepada mantan wakilnya Abd Rahman Assegaf. “Kalau kurang yakin tanya Drs Abd Rahman Assagaf, dia tau betul masalah ijazah saya, mantan guru saya masih hidup, teman-teman sekolah saya masih hidup, adapun orang yang melaporkan saya itu saya kenal baik, disamping masalah Ijazah tidak dipersoalkan KPU, masih ada Sekretaris KPU, Drs Zainal Abidin juga sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Polda Sulselbar.

Ditempat terpisah, sejumlah spanduk bernada provokatif tentang polemik ijazah palsu terpasang disejumlah titik.
Pemasangan spanduk yang belum diketahui pelakunya ini dilakukan sehari setelah penetapan pemenang Pemiluakda oleh KPU. Spanduk berwarna hijau dengan tuliskan “Ijazah Palsu, Malapetaka Dunia Pendidikan” terpasang diperempatan Kecamatan Segeri dan di posko induk Harapanku.
Dalam dua hari terakhir di Pangkep sejumlah orang dari pendukung mantan calon bupati Abdul Rahman Assegaf yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarkat Pangkep Bersatu menggelar unjuk rasa
mendesak agar pihak kepolisian mengusut dugaan penggunaan ijazah palsu Syamsuddin. (leo/rif/c)

Exit mobile version