Site icon Berita Kota Makassar

Tambatan Perahu Cegah Abrasi

TAKALAR, BKM — Bangungan tambatan perahu yang ditopang dengan bangunan tanggul di perbatasan dua dusun, yakni Dusun Mandi’ dan Dusun Barua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Galesong Selatan dinilai optimal mencegah terjadinya abrasi.
Sejak dibangun p[ada thaun 2013 lalu dengan panjang mencapai 200 meter, wilayah pesisir di dua dusun tersebut hingga terbebas dari abrasi.
“Bersyukur ada bangunan tambatan perahu dan tanggul pemecah ombak buah tangan warga, sehingga perkampungan disini yang didiami ratusan jiwa masih bertahan hidup,” kata, Fatima Daeng Kati warga setempat.
Fatima yang sehari-hari turut serta bekerja sebagai nelayan membantu suaminya nyaris putus asa. Pasalnya, sebelum tanggul pemecah ombak dibangun oleh Organisasi Maysrakat Setempat (OMS), warga merasa was-was.
“Sebelum ada bangunan itu, kami warga di dua dusun berbeda selalu was-was dan harus mempersiapkan diri untuk mengungsi ke daratan yang lebih tinggi. Alhamdulillah, sejak adanya tanggul, kami masih bertahan di tanah leluhur kami ini,” ungkap Fatima Daeng Pati sembari meneteskan air mata, Minggu (24/1).
Senada dikatakan oleh Mursali Daeng Tobo warga di Dusun Mandi. Dia mengaku, kehadiran tambatan perahu, ikut berdampak pada peningkatan perekonomian nelayan diwilayahnya.
“Sebelum ada tambatan perahu, kami kesulitan untuk menambatkan perahu bahkan dengan adanya pula tanggul pemecah ombak air laut tidak lagi mengikis perkampungan kami. Kami berharap bangunan seperti itu kembali dibangun untuk meningkatkan pendapatan hasil laut demi kelangsungan warga diDesa Bontomarannu,” Jelas Mursali Daeng Tobo usai menambatkan perahunya. (ira-ril/c)

Exit mobile version