Site icon Berita Kota Makassar

DPD Serang Puluhan Anak

GOWA, BKM — Sebanyak 25 orang anak di Dusun Mattiro Baji, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa diserang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari 25 orang anak ini, 15 orang diantaranya dirawat intensif di rumah sakit Thalia Irham Panciro sedang 10 anak lainnya hanya dirawat di rumahnya saja.
10 dari 15 anak yang tengah dirawat di rumah sakit swasta itu diantaranya adalah dua saudara Bagus Salim (10) dan Irawati (11) dan dua saudara lainnya yakni Saputra (4) dan Indah (13), Mita (7), Yusuf (6), Sifa (5), Siti (10), Abdul (8) dan Risal (8). Ke 10 anak ini semuanya adalah warga Dusun Mattiro Baji.
Rata-rata pasien DBD ini sudah menjalani perawatan selama dua hari di ruang Palm 212 RSU Thalia Irham.
Dg Sanga, ibu dari Bagus dan Irawati pasien DBD mengatakan, kedua anaknya sudah dua hari ini terserang dan masih dirawat di rumah sakit. Tapi dalam masa perawatan seorang anaknya yakni Irawati sudah pulih dan dibolehkan pulang.
Dg Sanga berharap pihak Pemkab melalui Dinas Kesehatan Gowa agar melakukan langkah pencegahan agar wabah DBD tersebut tidak sampai meluas di tempat tinggalnya.
“Mudah-mudahan jika pihak Dinkes turun maka tidak penderita DBD tidak bertambah,” kata Dg Sanga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa, dr H Hasanuddin yang dikonfirmasi via ponselnya, Senin (24/1) membenarkan adanya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Bajeng.
Dikatakan dr H Hasanuddin terdapat 50 persen warga menderita positif DBD dari 100 warga yang kena. “Yah ada sekitar 100 orang lebih yang terserang. Dan yang positif sekitar 50 persen, selebihnya suspect (tersangka). Penderita ini termasuk yang dirawat di RSU Thalia Irham dan di RSU Syekh Yusuf Sungguminasa,” jelas dr H Hasanuddin.
Adapun jumlah penderita pada Januari ini meningkat dibanding bulan lalu yang hanya mencapai 40 orang. “Musim saat ini memang potensi untuk sejumlah penyakit antara lain DBD dan diare karena itu kita terus gencarkan penyuluhan di tengah masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Jangan lupa budayakan 3M (menguras, menimbun dan menutup),” kata dr H Hasanuddin.
Kadis juga mengimbau masyarakat agar bila ada keluarganya yang mulai mengalami demam hingga dua hari agar segera membawa ke dokter. Saat ini selain kita gencarkan penyuluh, juga melakukan pemberian bubuk abate untuk ditabur ke dalam bak mandi dan tempat air lainnya,” tambahnya. (sar-ril/c)

Exit mobile version