MAKASSAR, BKM– Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Makassar Tenri A Palallo telah menemui Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail di rumah Jabatan Wali Kota Makassar, akhir pekan lalu. Kedatangan Tenri menyampaikan beberapa hal, tentang kerjasama PKK dan BPPPA sekaitan peningkatan peran perempuan dalam pembangunan. Secara spesifik Indira menyampaikan harapannya agar pengelolaan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tahun 2016 lebih ditingkatkan.
“Dua kali lipatkan kekuatan kita untuk tahun ini,” pesan Indira.
Karena itu, untuk mendukung kegiatan ini, pengurus PKK dan tim dalam waktu dekat akan memantau lokasi-lokasi yang telah ditetapkan sebagai calon wilayah binaan P2WKSS.
Sebelumnya tim dari BPPPA Makassar telah melakukan pemantauan seputar wilayah yang diusulkan para camat se Kota Makassar, akhir 2015.
Digroup WhatsApp BPPPA, kelurahan-kelurahan yang dimasukkan camat telah dipantau, sebagai langkah awal. Khusus penetapan wilayah tim yang terdiri dari SKPD utama dalam pembangunan lintas sektoral itu, akan menentukannya. “Koordinasi terpadu di lapangan menentukan sukses tidaknya program ini,” kata Tenri.
Tenri menyampaikan permohonan maaf, karena tahun lalu Makassar hanya mampu menempati posisi kedua, mempertahankan prestasi yang telah diraih Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) tahun 2014. Tenri mengaku berbagai inovasi telah dilakukannya, misalnya membuat gallery P2WKSS lengkap dengan market lokasi P2WKSS, foto lokasi sebelum dan sesudah pembinaan, pemanfaatan areal perumahan rakyat yang tidur berubah jadi kebun sayuran, arel merokok lorong atas inisiatif RT/RW, anak-anak harus kembali ke rumah dan mengaji pada saat magrib.
Tentang juara dua, Indira menyebut dalam perlombaan juara itu sesungguhnya target, tapi kalau sudah usaha lalu tidak seperti yang diinginkan. Bukan hal yang perlu disesali, yang penting sekarang bagaimana lokasi di Pannampu itu tetap terpelihara, masyarakat memahami pentingnya hidup bersih. “Tetap dipantau, dan koordinasi lurah dan camatnya,” pesan Indira.
Tentang gerakan lebih awal P2WKSS ini, Indira sangat mendukung dan meminta agar segera melengkapi kerangka acuan kerja (KAK) termasuk jadwal pembinaan. Untuk mengubah pola pikir rakyat dibutuhkan waktu yang lama. “Silahkan berinovasi, posisikan rakyat sebagai mitra kerja utama kita,” pesan Indira. (rls)