Site icon Berita Kota Makassar

Pembanguan Jalan Berbau Korupsi,Puluhan Masyarakat Datangi DPRD

ENREKAN,BKM–Puluhan Aliansi yang mengatas namakan Mahasiswa dan Masyarkat Pemerhati Pembangunan Inprastruktur kabupaten Enrekang,mendatangi DPRD Enrekang,mereka mengelar aksi di depan Gedung,Seni (25/1).

Dalam aksinya,mereka menuntut anggota DPRD Enrekang sebagai wakil rakyat,penyambung lidah rakyat dan selaku pengawas itu tidak pernah direalisasikan pengawsanya terhadap pembangunan yang ada di Enrekang,mereka dinilai terkesan tutup mata terhadap pembangunan yang bermasalah yang masuk di kabupaten Enrekang,hususnya pembangunan infrastruktur jalan poros provinsi Malawwe-Surakan segmen III yang sementara pengerjaanya berlangsung dengan pagu anggaran Rp 10 miliar tidak sesui dengan kondisi yang terjadi di lapangan.Pengurang volume dimana-mana mulai dari pembesian,rabat beton,dreinase dan badan jalan yang tidak sesui RAB sangat jauh dari layak.

“Kedatangan kami hari ini digedung yang begitu mewah yang di huni para elit-elit politik untuk menuntut para wakil rakyat yang tidak pernah jadi sebagai penyambung lindah rakyat,dimana peran anggota DPRD selaku pengawas dan itu tidak pernah direalisasikan pengawsanya terhadap pembanguan yang masuk di Enrekang.Buktinya jalan poros provinsi Malawwe-Surakan yang anggaranya Rp10 miliar ketika di kondisikan dengan kondisi dilapangan tidak sesuai,pengurangan volume dimana-mana mulai dari pembesian,rabat beton,dreinase dan badan jalan yang sementara berjalan pengerjaanya namun sudah retak-retak,”teriak Zainal Castro jenral lapangan saat mengelara aksi didepan Gedung DPRD Enrakng,Senin (25/1).

Dalam aksinya,sang Jenral lapangan aksi tersebut,meminta kepada Bupati Enrekang,H Muslimin Bando dan anggota DPRD Enrekang untuk meninjau proyek tersebut dan menghimbau kepada pelaksana lapangan,PT Alfindo Perkasa untuk meningkatkan propesionalitas kerja dan memperbaiki kerusakan mulai dari pondasi badan jalan,drenase dan plat beton,”kami dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Infrakstruktur Enrekang,meminta kepada Bupati Enrekang dan anggota DPRD Enrekang mengajukan surat pencopotan Nur Hasan ke bina marga provinsi selaku PPTK yang tidak becus,”harap Zainal.

Terpisah,kepala Desa Tallu Bamba,Abdul Mukmin juga mempertanyakan kepda pihak pelaksana pengerjaan proyek tersebut yang tidak transfaran kepda warga.Seharusnya sebelum pengerjaan proyek tersebut seharusnya di pasang papan proyek tersebut,”seharusnya papan proyenya dipasang sejak awal ini tidak ada sama sekali papan proyenya,”jelas Mukmin.

Usai menggelar aksinya,Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat tersebut dipersilakan para anggota DPRD Enrekang masuk kedalam ruangan gedung DPRD untuk membicarakan persoalan tersebut.Asman Legislator muda dari partai Nasdem menyambut baik dengan kedatangan para mahasisawa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya di gedung terhormat tersebut.Mantan ketua tim pemenangan Presiden Jokowi-JK ini berjanji akan menyampaikan kepada yang berkompoten atas aspirasi aliansi tersebut,”pembangunan jalan Malawwe-Surakan itu bahagian provinsi tapi itu bukan kami lepas tangan,tapi sesuia prosedur yang ada maka kami akan tetap menampung aspirasi kawan-kawan.Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan menyampaikan kepda yang berkompoten untuk menindak lanjuti aspirasikawan-kawan hari ini,”janji Asman yang juga mantan tim pemenangan Bupati Enrekang periode sekarang.

(Suherman Karim)

Exit mobile version