Site icon Berita Kota Makassar

Sopir Petepete Cemas dan Khawatir akan Disingkirkan

Sopir Petepete Cemas dan Khawatir akan Disingkirkan

RESPON beragam dilontarkan berbagai pihak, menyusul rencana Pemkot Makassar menghadirkan petepete smart. Mulai dari Organda, sopir petepete hingga pengguna jasa angkutan umum. Seperti apa reaksi mereka?

Laporan: Arif Al-Qadri

KETUA Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar Saenal Abidin mengaku belum bisa memastikan apakah kehadiran petepete smart nantinya akan merugikan anggotanya atau tidak. Karena hingga saat ini belum ada sosialisasi yang dilakukan pihak pemkot.
”Saya belum bisa berbicara banyak tentang petepete smart itu. Nantilah saya bicara dan bertindak kalau pemkot sudah melakukan sosialisasi. Karena dari situ bisa diketahui apakah kehadiran petepete smart tidak merugikan atau malah sebaliknya. Kalau merugikan kami pasti tidak setuju. Demikian pula sebaliknya, kalau tidak merugikan ya kami setuju-setuju saja,” ujarnya.
Rencananya, pada minggu ketiga Februari mendatang Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengajak sebanyak 500 orang, yang terdiri dari sopir petepete, pengusaha angkot dan Organda untuk duduk bersama membicarakan pengoperasian petepete smart.
”Saya sudah dijanji Pak Wali untuk sosialisasi dengan duduk bersama di rumah pribadinya di Jalan Amirullah untuk membahas mengenai petepete smart. Pengusaha petepete dan sopir dari semua jurusan diundang. Disitu baru kita tahu secara langsung dari Pak Wali seperti apa itu petepete smart. Fungsinya seperti apa dan untuk siapa,” terang Saenal.
Ia berharap, lima unit petepete smart yang akan diujicoba Dishub, tidak melewati rute dalam kota yang dapat menganggu aktifitas petepete lainnya. Apalagi sampai masuk ke Pasat Sentral (Makassar Mal).
Dikatakan Saenal, saat ini ada rute di pinggir sebagai kantong-kantong penumpang yang tidak kalah ramainya. Rute ini bisa dimanfaatkan petepete smart pada tahap ujicoba.
Dimulai dari Terminal Mallengkeri, melalui Jalan Dg Tata 3, Jalan Abdul Kadir, Jalan Dangko, Jalan Tanggul Dg Patompo, Jalan Metro Tanjung Bunga (GTC) sampai di Barombong. Begitu pula sebaliknya.
Sebagai Ketua Organda Makassar, Saenal berharap para sopir petepete tidak cemas apakah akan disingkirkan atau tidak. Semuanya akan disampaikan wali kota dalam pertemuan bulan depan.
”Banyak saya dengar informasi dari teman-teman sopir angkot, yang cemas akan disingkirkan karena munculnya petepete smart. Untuk itu saya imbau teman-teman sopir tidak mengeluarkan kata-kata singkirkan sebelum mendengar penjelasan langsung dari wali kota. Sekali lagi saya katakan, kalau tidak merugikan kita dukung, tapi kalau merugikan maka kami tidak setuju,” tandasnya.
Sementara Indra, salah seorang sopir petepete trayek Makassar Mal-Daya menegaskan, jika kehadiran petepete smart merugikan pihaknya, maka ia akan menolak. “Pastimi kalau dia rugikanki, apalagi kalau sampai petepete yang ada sekarang mau dihilangkan, pasti saya tidak setuju. Karena itu samaji dengan menghilangkan mata pencaharian kita untuk menafkahi keluarga,” cetusnya.
Sementara Syukur (26), warga Jalan Mallengkeri yang selama ini rutin menggunakan jasa angkutan umum jenis petepete, meminta Pemkot Makassar untuk fokus menciptakan inovasi yang dapat meminimalisir kemacetan. Bukan malah menambah angkutan umum baru.
”Kalau saya kurang setuju dengan rencana menghadirkan petepete smart, karena pasti bakal menambah kemacetan. Apa bedanya petepete smart dengan petepete yang sekarang. Kalau perbedaannya hanya karena fasilitas seperti AC, wifi, atau LCD, saya rasa itu tidak akan mengurai kemacetan yang ada. Malah justru menambah kemacetan. Karena saat ini volume kendaraan sudah cukup tinggi, khususnya petepete, taksi, bentor dan juga BRT,” bebernya.
Ia berharap, Pemkot Makassar terlebih dahulu mengkaji lebih mendalam mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari sebuah inovasi. Apalagi yang terkait dengan angkutan umum.
“Mending BRT atau petepete yang ada sekarang fokus dibenahi. Saya kira kehadiran BRT di Makassar bisa mengurangi kemacetan. Atau paling tidak meremajakan petepete yang ada sekarang, supaya bisa nyaman dan aman digunakan masyarakat,” jelasnya.
Sementara Biyan (26) menyarankan, ruten dan tarif petepete smart harus jelas. Sebab jika rutenya sudah dilalui petepete yang ada sekarang, akan menimbulkan persoalan baru. Sopir petepete yang lama bajal protes karena lahannya diambil.
“Saya belum bisa katakan setuju atau tidak, karena saya belum tahu rute petepete smart dimana dan tarifnya berapa. Kalau misalnya rute petepete smart sama dengan petepete yang ada saat ini dan tarifnya sama, saya kurang setuju. Karena itu pasti akan menambah volume kendaraan di Makassar. Tapi nantilah dilihat, kalau petepete smart sudah ada,” ujarnya.
Terpisah, Humas Dinas Perhubungan Kota Makassar Azis Sila, mengatakan sebagai tahap awal pemkot baru akan menghadirkan lima unit armada petepete smart sebagai percontohan.
“Kami baru usulkan pegadaan lima unit armada petepete smart tahun ini sebagai percotohan. Kami masih menunggu anggaran dicairkan untuk pengadaan lima unit tahun ini,” tandasnya.
(arf/rus/b)

Exit mobile version