Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Polisi Sidrap Aniaya Warga

PINRANG, BKM — Sungguh mengenaskan derita yang menimpa Abdul Samad (50), warga jalan Lasinrang Kecamatan Paleteang Pinrang. Karena menghindari terjaring razia Operasi Rutin (Opstin) Satlantas Polres Sidrap yang digelar Sabtu (23/1) di jalan poros Pinrang – Sidrap di Desa Simpo Kecamatan Baranti Sidrap, Abdul Samad dianiaya tiga personil Satlantas Polres Sidrap.

Akibat penganiayaan tersebut korban terpaksa menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Sitti Khadijah Pinrang dan belum sadarkan diri. Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, peristiwa ini berawal saat korban yang mengendarai mobil Toyota Rush dengan tujuan Kabupaten Soppeng mendapati adanya Opstin yang digelar Satlantas Polres Sidrap di Desa Simpo Kecamatan Batanti Sidrap.
Melihat hal itu, korban langsung memutar kendaraannya kembali ke arah Pinrang. Bripka Asdi (35), salah seorang personil Satlantas Polres Sidrsp yang melihat hal ini langsung melakukan pengejaran dan berhasil mencegat korban di kampung Aressie Kecamatan Tiroang Pinrang. Asdi yang tersulut emosi, langsung memukul dan memecahkan kaca depan mobil korban dan menganiaya Abdul Samad. Tak lama berselang, dua rekan Asdi lainnya sesama personil Satlantas Polres Sidrap juga tiba di TKP dan ikut membantu Asdi menganiaya korban.
Tidak menerima suaminya diperlakukan seperti itu, isteri korban, Hj P Manca melaporkan Bripkas Asdi dan dua rekannya ke SPKT Polres Pinrang dengan Laporan Polisi nomor : LP / 43 / I / 2016 / Sulsel / SPKT, tertanggal 23 Januari 2016.
Kerabat korban Hj Multasam kepada kepada awak media di RS Sitti Khadijah Pinrang mengaku, berdasarkan cerita korban sebelum dirawat dan tidak sadarkan diri, Abdul Samad dikeroyok tiga anggota Satlantas Polres Sidrap yang mengejarnya hingga ke wilayah Pinrang.
Korban dianiya karena dituduh mengendarai mobil curian, padahal saat berhasil menghentikan kendaraan Abdul Samad, petugas yang mengejar langsung menyita surat surat kendaraan korban dan semuanya lengkap.
Kapolres Pinrang, AKBP Adri Irniadi yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Yoyok Dwi Purnomo, senin (25/1) membenarkan adanya kejadian tersebut.
” Laporan sudah kami terima. Saat ini, dalam proses penyelidikan “, ujarnya singkat via selulernya. (gun/C)

Exit mobile version