MAJENE, BKM — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kini mulai melaksanakan tahapan penerimaan mahasiswa baru (Maba) tahun akademik 2016. ”Jadi, bagi sekolah atau kepala sekolah sudah bisa memulai mengisi data sekolah dan siswa berprestasi melalui laman SNMPTN,” kata rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin di Majene, beberapa hari lalu.
Akhsan mengatakan, Unsulbar bersama 77 PTN lainnya di seluruh Indonesia akan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui tiga jalur, yakni Sistem Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri.
Kepastian dimulainya tahapan penerimaan mahasiswa baru melalui ketiga jalur ini telah disampaikan dalam peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 yang berlangung di aula kantor Kementerian Ristek Dikti RI di Jakarta, pada 15 Januari lalu. Hadir dalam peluncuran itu, antara lain Menteri Ristek Dikti, Mohammad Nasir, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia yang juga rektor IPB Bogor, Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto, Ketua Umum SNMPTN/SBMPTN 2016, Prof Dr Rochmat Wahab yang juga rektor UNY Yogyakarta, puluhan rektor PTN se Indonesia termasuk Rektor Unsulbar, Dr Akhsan Djalaluddin, serta sejumlah direktur BUMN.
Sehari setelah peluncuran, digelar Focus Group Discussion SNMPTN/SBMPTN yang dihadiri wakil rektor I PTN se Indonesia. Termasuk wakil rektor I Unsulbar, DR Muhammad Saad. Saat pelucuran, Menristek Dikti Mohammad Nasir menjelaskan, untuk pelaksaanaan seleksi mahasiswa baru PTN tahun 2016 ini mengalami sejumlah perubahan, khusus untuk jalur Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Perguruan Tinggi Negeri disamping merujuk pada nilai rapor siswa yang dilaporkan kepala sekolah, seleksi siswa yang akan diterima juga mengacu pada indeks integritas sekolah.
Penilaian integritas sekolah itu variabelnya antar lain penelurusan jejak nilai rapor siswa termasuk penilaian terhadap nilai dari alumni sekolah tersebut. Penilain ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kecurangan. Salah satunya mark up nilai rapor siswa. ”Seleksi mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Jika tidak jujur, siswa akan kena sanksi didiskualifikasi. Begitu pula sekolahnya akan diblack list dan tidak bisa lagi mendaftar,” jelasnya.
Jadwal yang diumumkan panitia pusat SNMPTN / SBMPTN, tahapan seleksi mahasiswa baru itu dimulai dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 18 Januari hingga 20 Februari. Kemudian pada 29 Februari hingga 12 Maret, siswa sudah bisa mendaftar di perguruan tinggi negeri dan program studi pilihan di 78 perguruan tinggi negeri se-Indonesia.
”Untuk memaksimalkan keikutsertaaan sekolah dan siswa pada seleksi penerimaan mahasiswa baru ini khususnya dari daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), panitia menggandeng PT Telkom untuk penyediaan dan penambahan kapasitas jaringan internet,” jelasnya. (*mir)