Site icon Berita Kota Makassar

Baso DN : Burhanuddin Masih Layak

MAKASSAR, BKM–Bupati dan Wakil Bupati Takalar, Dr Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim masih dinilai layak memimpin Kabupaten Takalar untuk periode kedua. Alasannya karena tingkat penerimaan masyarakat masih cukup tinggi setelah melihat hasil pembangunan selama ini yang sangat tumbuh pesat. Hal tersebut disampaikan pemerhati sosial dan kemasyarakatan, MS Baso DN, di gedung DPRD Sulsel, Selasa (26/1) kemarin.
Menurut Baso, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Takalar sangat bagus. Hal ini membuktikan keberhasilan Burhanuddin yang juga mantan anggota DPRD Sulsel dua periode menangani Takalar dengan sangat baik. Terkait potensi Burhanuddin dan Natsir tak akan bersama namun akan bersaing, Baso menilai hal yang wajar. “Saya sudah mendengar kalau selain pak Burhanuddin yang akan maju juga nama Syamsari Kitta, Andi Makmur dan Pak natsir Ibrahim, selain itu belum ada terdengar,”jelas Baso.
Terkait pecah kongsi antara bupati dan wakilnya, Baso yang juga tenaga ahli Bupati Takalar ini menilai seharusnya itu tidak terjadi. Bahwa antara bupati dan wakil harus saling memahami, Wabup punya tupoksi bidang pengawasan, “Nah kalau beliau (Natsir) memahami fungsi dan tugasnya, maka tak akan terjadi perpecahan. Saya memberi contoh antara Gubernur SYL dan Wagus Agus sebagai Wagub tetap baik, meski sudah memasuki tahun kedelapan,”ucapnya.

Hal berbeda disampaikan Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus yang mengatakan, Pemilukada Takalar merupakan pertarungan terbuka. Menurutnya, Burhanuddin tak sekuat seperti yang dikira.
Itu bisa terlihat, dari perolehan suara pada Pemilukada 2012 lalu. Burhanuddin-Natsir hanya memperolehan 49.521 atau 30,41 persen dari jumlah 162.865 suara sah.
Sementara suara Syamsari Kitta-Hamzah Barlian 24,65 persen, Andi Makmur Sadda-Nashar Baso 20,64 persen, Ahmad Dg Se’re 10,24 persen, Jen Syarif Rifai 6,26 persen, pasangan Hati 5,53 persen, dan pasangan Mata 2,27 persen. “Jika kita berkaca pada pilkada 2012 lalu dengan perolehan suara dari pemenang hingga urutan ketiga, pebedaan suaranya tidak terlalu jauh. Artinya duet Golkar (Bur-Nojeng) dari dulu bukan kekuatan besar, “ujar Nurmal.
Nurmal menjelaskan, petahana tidak memiliki magnet besar lagi karena masyarakat semakin cerdas kritis dalam demokrasi. Jika masyarakat tak merasakan perubahan besar dalam pemerintahan yang dijalankan Bur-Nojeng, itu bisa menjadi bomerang untuk Burhanuddin bertarung kedepan.
Sementara tokoh pemuda yang sudah mendeklarasikan dirinya maju, Bahtiar Maddatuang terus melakukan pergerakan di Takalar. Bahtiar sudah intens turun melakukan sosialiasi. “Basis keluarga di Pattalassang dan di Mangarabomang terus saya gerakan. Basis suara Rusdin Abdullah saya kumpulkan. Saat ini saya mendekati lembaga-lembaga masyarakat yang ada disana,”katanya.
Mendapatkan dukungan dari ketua umum PKPI, Isran Noor tak membuat dirinya percaya diri, pasalnya, rencana dia mendapat mengendarai PKPI bisa kandas, karena DPP PKPI Sulsel juga menyatakan dirinya maju. “Untuk itu saya terus melakukan pergerakan, agar elektabiltas saya menjelang pilkada jadi baik, sehingga menjadi lirikan bagi partai lain,”jelasnya. (dita/rif/b)

Exit mobile version