SOPPENG BKM — Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) telah tuntas mencetak dan mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada para Penerima Bantuan Iuran (PBI) di seluruh wilayah Indonesia akhir 2015 termasuk Kabupaten Soppeng Sulsel.
Meski demikian, ditengah implementasi penggunaan data kependudukan saat ini, masih terdapat sejumlah data peserta pemilik KIS yang belum memiliki NIK termasuk peserta PBI.
Seperti yang ada di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa ada beberapa kartu KIS yang tidak ada NIK nya hal itu di sampaikan oleh kepala Dusun Mattiro Bulu Desa Bulue Labedan kepada BKM, Selasa (26/1).
Menurut Labedang di wilayah Desa Bulue dia menemukan sejumlah Kartu KIS yang tidak memiliki NIK,selain itu ada juga beda tanggal lahirnya yang terdaftar di KK atau KTP pemilik kartu KIS jelas Labedang.
“Saya hanya menyarankan kepada pemilik KIS untuk mengecek di Puskesmas apakah KIS yang mereka miliki aktif atau tidak,”ujar Kadus Mattirobulu.
Menurutnya sudah ada beberapa kejadian masyarakat yang datan berobat dan memiliki Kartu Kis mereka juga di harus membayar oleh pihak rumah sakit karena kartu yang mereka miliki tidak aktif meski pun itu bukan di wilayah Desa Bulue.
Labedang menambahkan NIK penting sebagai karena bisa menjadi keyword data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran Peserta -KIS jadi seharusnya Kis lengkap dengan Nik nya kata kadus Mattirobulu.
Kepala Puskesmas Batu Batu Hj Nisma tidak menampik kalau memang KIS banyak yang tidak aktif. ”Tapi kita disini tidak tau menahu tentang aktif atau tidak KIS karena kita sampai sekarang tidak tau siapa siapa yang dikasi disini hanyalah pelayanan saja pak,” jelas Nisma
Nisma menambahkan Yang harus mengurus itu Adalah Desa Keluurahan karena setau saya dari Dinas sosial itu yang mendata PBI Lokal tapi kalau KIS terbit lansung dari Pusat.”jadi kita disini tidak tau karena kita hanyalah pelayanan. (ono/C)