GOWA, BKM — Entah apa yang terbesit dibenak Daeng Malang. Perempuan uzur berusia 70 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari jembatan kembar Sungguminasa ke dalam Sungai Jeneberang, Kamis (28/1) pukul 10.30 Wita.
Beruntung, nyawa Daeng Malang masih bisa tertolong setelah Tim Tagana dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gowa dibantu warga sekitar mengevakuasi Daeng Malang dari sungai.
Dalam kondisi tak sadarkan diri, Daeng Malang yang terlihat mengenakan daster berwarna hitam dan bermotif itu langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Syekh Yusuf Gowa.
Warga Dusun Taipakkodong, Desa Bungaejaya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa ini menurut informasi diduga mengalami depresi. Ibu beranak empat ini dikabarkan mengalami tekanan batin lataran sering dimarahi oleh anaknya.
Hal itu dibenarkan salah seorang keluarga korban yang ditemui saat menjenguk Daeng Malang di UGD RSU Syekh Yusuf kemarin.
“Iye, seringi itu kodong dimarahi sama anaknya yang tinggal satu rumah dengan dia. Mungkin karena itu sampai dia mau bunuh diri,” bebernya, sembari meminta identitasnya tidak disebutkan.
Adapun alasan anaknya sering marah, lantaran Daeng Malang sering mengalami pikun yang berujung pada konflik internal di keluarganya. “Sudah tuami kodong, a’loa-loami (pikun). Mungkin itu mi suka dimara-marai kodong,” tutur keluarga korban lainnya.
Kanit SPKT Polres Gowa, Aiptu Abdul Rahman yang dikonfirmasi mengaku belum dapat menyampaikan kronologis lompatnya Daeng Malang ke Sungai Jeneberang.
“Belum diketahui kronologisnya, apakah korban meloncat atau terjatuh ke sungai karena petugas tiba di lokasi setelah korban berhasil diselamatkan oleh warga,” kata Aiptu Abdul Rahman di RSU Syekh Yusuf Gowa.
Pihaknya juga masih mendalami kasus ini dan masih menunggu kondisi korban pulih untuk dimintai keterangam. (sar-ril/b)
Dimarahi Anak, Ibu Coba Bunuh Diri
