MAKASSAR , BKM — PT PLN Sulselbar kembali melakukan jadwal pemadaman bergilir di beberapa wilayah. Alasannya, terjadi gangguan teknis di PLTU Bosowa Jeneponto sehingga PLN kekurangan daya sebesar 120 MW.
Menyikapi kondisi itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang meminta PT PLN Sulselrabar untuk memperhatikan pasokan listrik ke industri, jika terjadi pemadaman listrik.
Menurut orang nomor dua di Sulsel ini, PLN harus mampu menjamin ketersediaan listrik di Kawasan Industri Makassar (KIMA) karena disana banyak kegiatan produksi berlangsung.
“Pemadaman bergilir akan merugikan sektor industri,” jelasnya saat melakukan kunjungan ke PLTD Tello Makassar, Senin (1/2).
Dia meminta PLN paling tidak menyiapkan captive power (genset) ketika ada pemadaman di KIMA.
Agus mengungkapkan, selain industri, PLN juga harus menjamin pasokan listrik di rumah sakit.
Agus mengungkapkan,PLN saat ini sedang mempersiapkan penambahan pembangkit listrik, karena setiap tahun ada permintaan sampai 110 MW.
Hal senada juga diungkapkan General Manager PT PLN Sulselrabar, Wasito Adi.Dia menyebutkan, ada permasalahan di PLTU Jeneponto.
Dia juga menjelaskan, pemakaian listrik di Makassar sekita 350 MW. Kebutuhan listrik itu paling banyak disuplai dari PLTU Jeneponto.
“Dengan berkurangnya pasokan listrik dari Jeneponto, tentu pasokan listrik ke Makassar jadi berkurang,” jelasnya.
Wasito melanjutkan, pihaknya berupaya agar permasalahan di PLTU Jeneponto cepat selesai sehingga dapat kembali memasok listrik secara normal.
Mengenai permintaan Pemprov Sulsel jika terjadi Black Out, Industri dapat diminimalisir pemadamam, Wasito berjanji mengupayakan agar hal itu tidak terjadi. Apalagi akan dibangun PLTD dengan kapasitas 50 MW. (rhm/war/c)