MAKASSAR, BKM– Ikatan Guru Indonesia (IGI) mencanangkan Gerakan Bayar Balik. Gerakan Bayar Balik dikhususnya ke alumni yang sudah sukses untuk kembali ke sekolah.
Mereka diminta untuk membantu sekolah yang dulunya tempat mereka mengeyam pendidikan.
Ketua Umum IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim saat bertandang ke redaksi BKM, Senin (1/2) mengatakan, sebagian dari kita berutang begitu besar pada negara, karena negara telah meminjamkan biaya sekolah bahkan biaya hidup hingga keluar negeri dalam bentuk beasiswa dan fasilitas lainnya.
Semuanya itu adalah utang pada negara. Tetapi, yang menjadi pertanyaan apakah orang yang sudah sukses telah memberikan yang terbaik ke negara.
“Di antara kita mungkin ada yang sudah menjadi bupati, walikota, pengusaha bahkan presiden. Hanya saja, masih ada juga anak-anak kita masih harus bersusah payah bersekolah karena keterbatasan ekonomi. Apa yang telah kita berikan di sekolah,” ujarnya.
Untuk itu, tambah Ramli Rahim, yang baru terpilih menjabat Ketum IGI Pusat melalui Kongres IGI di Wisma Kalla, IGI mendorong semua orang sukses untuk kembali ke sekolahnya. Bukan karena temu alumni yang hanya menjadi ajang lepas kangen. Namun, kembali ke sekolah lalu melakukan sesuatu untuk sekolahnya. Sekecil apapun itu pasti akan bermakna daripada tidak berbuat apa-apa.
Selain itu, Ramli Rahim juga menegaskan, kedepan IGI akan menggelar simposium para guru untuk mencari solusi menangani siswa yang nakal, termasuk workshop kepemimpinan terhadap ketua IGI Provinsi. Termasuk IGI konsentrasi pada peningkatan mutu guru.
“Beberapa program kerja memang akan disusun termasuk membuat bergaia kegiatan. Termasuk yang terpenting secepatnya menggelar musyawarah wilayah (Muswil) untuk memilih ketua IGI Sulsel,” jelas Ramli rahim.(war)