SOPPENG, BKM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Kabupaten Soppeng kayaknya tidak pernah lepas dari masalah. Belum selesai persoalan izin oprasional dan terendam air kali ini giliran ratusan tenaga medis sukarela yang menggelar mogok kerja selama kurang lebih lima jam. Akibatnya membuat pelayanan menjadi terganggu.
Dalam aksinya para tenaga medis menuntut pembatalan pengangkatan dua tenaga kontrak dan satu diantaranya masih berstatus keluarga dekat dengan KTU RSUD Latemmamala.
Salah seorang tenaga sukarela Abdul Azis kepada BKM mengakui tuntutan mereka adalah nasib selama lebih tiga tahun menjadi tenaga sukarela dan mempertanyakan pengangkatan dua tenaga kontrak yang dilakukan pihak RSUD. “Nasib kami dengan teman-teman ini bagaimana sementara ada pengangkatan tenaga kontrak yang baru,”ujar Abdul Azis.
Setelah mogok sekitar lima jam, perwakilan tenaga medis kemudian diterima KTU RSUD Latemmamala Said Azis di ruang rapat lantai dua Senin (1/2) Said Azis mengatakan pengangkatan ini sifatnya mendesak karena lowongan kerja sudah lama dibuka untuk jurusan akuntansi. ”Kebetulan baru ada pendaftarnya,” katanya.
Pengangkatan ini jelas Azis karena status berbeda sedangkan kebutuhan sangat mendesak yang memang punya kualifikasi mengingat laporan keuangan rumah sakit umum selalu terlambat. Olehnya itu kami lakukan perekrutan tenaga akuntan untuk pelayanan kedepan lebih maksimal.
Semnetara Direktur RSUD Latemmamala dr Nurhadi Muda yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan persoalan ini hanya kesalahpahaman saja. ”Mungkin mereka mengira ada penerimaan sukarela yang baru pada hal kan tidak ada sama sekali pengangkatan. Hal ini yang mungkin membuat mereka mogok kerja,” ujar dr Nurhadi.
Dia berharap bupati terpilih H Kaswadi Razak mengeluarkan kebijakan baru untuk melakukan penganhkatan tenaga sukarela. (ono/C)