Site icon Berita Kota Makassar

Bule Bius Wanita Makassar, Uang Rp147 Juta Raib

BKM/HAMZAH BASO KORBAN BULE - Katrina Rante memperlihatkan foto Franco saat ke Berita Kota Makassar, Selasa (2/2). Franco adalah bule yang telah mencuri uangnya Rp147 juta lebih di rumahnya.

MAKASSAR, BKM — Para wanita patut waspada jika ada orang tak dikenal yang menawarkan perhiasan mewah. Bisa saja itu salah satu modus untuk melakukan aksi kriminal.
Seperti yang dialami Katrina Rante, warga Kompleks Lily Blok F Jalan Boulevard, Panakkukang, Makassar. Uang Katrina sebanyak Rp147 juta lebih dan dua stel perhiasan senilai Rp35 juta dibawa kabur seorang Warga Negara Asing (WNA) bernama Fransisco alias Franco.
Franco berhasil menggondol uang dan perhiasan Katrina setelah sebelumnya, Franco diduga menaruh obat bius ke dalam minuman Katrina saat keduanya bertemu di Exelco Mal Panakkukang.
Katrina saat datang ke Berita Kota Makassar, Selasa (2/2) sore menjelaskan secara runut bagaimana proses uang dan perhiasannya dicuri bule tersebut.
Menurut Katrina, ia mengenal Franco melalui Tagged, salah satu media sosial pada Desember 2015 silam. Keduanya lalu intens berkomunikasi.
Pada Januari 2016, Franco menyampaikan kepada Katrina bahwa ia akan ke Makassar pada 23 Januari dalam rangka bisnis berlian. Katrina lalu menawarkan untuk menjemputnya. Namun, saat itu Franco mengaku sudah ada yang menjemputnya, seorang warga keturunan Tionghoa yang akan membeli berliannya.
Katrina dan Franco baru bertemu pada 24 Januari di Starbuck Trans Studio Mall (TSM) di Tanjung Bunga. Pada pertemuan ini, Franco menjelaskan tentang bisnisnya. Termasuk rencana seorang warga keturunan Tionghoa di Makassar yang akan membeli berliannya seharga Rp2,9 miliar.
“Saat itu dia (Franco, red) minta tolong ke saya untuk mencarikan safety box yang digunakan menyimpan uang hasil penjualan berliannya Rp2,9 miliar. Saya lalu menyarankan untuk membeli saja di salah satu toko,” kata Katrina.
Setelah pertemuan pertama itu, Franco lalu meminta kepada Katrina untuk ke rumahnya. Ia ingin memperlihatkan kepada Katrina bahwa berlian yang ia bawa adalah asli.
Pada tanggal 25 Januari, Franco lalu dijemput untuk ke rumah Katrina. Di depan Katrina, Franco lalu mencampur berliannya ke dalam larutan kimia. Dan hasilnya ia lalu serahkan ke Katrina. “Silakan buktikan sendiri apakah ini asli atau bukan,” kata Franco saat itu.
Setelah Franco pulang, Katrina lalu pergi ke salah satu toko emas di Jalan Somba Opu untuk membuktikan butiran kecil yang diserahkan Franco. Setelah diperiksa, ternyata butiran itu asli dan harganya ditaksir Rp32 juta.
Katrina pun percaya dengan Franco. Makanya, ia tidak takut meminjamkan safety box miliknya untuk menyimpan hasil penjualan berlian Franco. Ia pun membersihkan safety boxnya sebelum Franco datang ke rumahnya. Padahal di dalam safety box, Katrina menyimpan uangnya Rp147 juta lebih. Termasuk satu stel berlian seharga Rp25 jutaan.
Pada 28 Januari, Katrina dan Franco kembali bertemu di Exelco Mal Panakkukang. Franco lebih dulu berada di Exelco dan memesan dua gelas minuman. Satu untuk dia, dan satu lagi untuk Katrina.
“Saat saya tiba di Exelco, saya sudah dibelikan minuman avocado. Saya sempat minum sedikit sebelum kami ke rumah saya. Minuman itu juga saya bawa pulang karena belum habis,” kata Katrina.
Tiba di rumah Katrina, suasananya sepi. Hanya mereka berdua di dalam rumah. Katrina pun meminum kembali minumannya. Namun, tiba-tiba ia merasa pusing lalu tak sadarkan diri.
“Saya baru sadar setelah dipaksa bangun anak saya pada tengah malam. Anak saya mengaku semua uang yang ada di safety box, termasuk satu stel berlian dan perhiasan anak saya sudah hilang,” tutur Katrina lagi.
Setelah sadar ia baru saja dibius dan menjadi korban pencurian, anak Katrina, Discafry Dela langsung melaporkan ke Polrestabes Makassar. Laporan polisinya bernomor 245/I/2016/Polda Sulsel/Restabes Makassar tertanggal 28 Januari 2016. Laporannya diterima AKP Abd Rahman.
“Saya hubungi ponselnya sudah tidak aktif. Line dan media sosial lainnya juga dia sudah ganti fotonya. Saya harap Franco segera ditangkap, jangan sampai dia masih melakukan aksi yang sama kepada warga yang lain,” kata Katrina.
Dikonfirmasi terpisah kemarin, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polrestabes Makassar Kompol H Burhanuddin, membenarkan adanya laporan korban bernama Katrina Rante yang diwakili anaknya bernama Discafry Dela ke Polrestabes Makassar atas kasus pencurian.
Dalam laporannya, kata Burhanuddin, barang berharga berupa permata miliknya dicuri oleh pelaku yang diketahui seorang warga asing. “Jadi korban datang melapor terkait kasus pencurian. Barang berharga miliknya dicuri seorang warga asing,” jelas Burhanuddin.
Lalu apa tindakan yang dilakukan polisi setelah menerima laporan korban? Menurut Kasi Humas, jajaran Polrestabes masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun hingga saat ini pelaku belum berhasil ditangkap. (ish/rus/c)

Exit mobile version