MAKASSAR, BKM — Tiga nama calon rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) kini telah ditetapkan. Mereka adalah Prof Husain Syam (Dekan Fakultas Teknik UNM), Prof Wasir Talib (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan/PMP Sulsel), dan Prof Heri Tahir (Pembantu Rektor III UNM).
Penentuan ketiga nama itu berlangsung dalam rapat senat UNM, Selasa (2/2). Jalannya rapat dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Prof Amin Rasyid.
Ada 95 pemilik suara yang ikut dalam polling ini. Hasilnya, Prof Husain mendapatkan 35 suara, disusul Prof Wasir Talib di posisi kedua dengan 24 suara, dan di posisi ketiga Prof Heri Tahir dengan 16 suara.
Sementara, tiga bakal calon lainnya masing-masing Prof Jasruddin (Direktur Program Pascasarjana/PPs UNM) mendapatkan 12 suara, Prof Hamzah Upu (mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatuan Alam/FMIPA UNM) meraih 8 suara dan DR Syarifuddin (Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM) 3 suara.
Tiga besar nama calon rektor yang telah terpilih selanjutnya disodorkan ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ketiganya masih sangat berpeluang untuk memenangkan pertarungan menggantikan Prof Dr Arismunandar sebagai Rektor UNM dua periode. Kini, pertarungan suara menteri dan suara balon yang gagal maju sebagai calon menjadi garansi.
Keputusan sekarang hanya berdasar pada suara Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir sebesar 35 persen, atau dalam hitungan setara 53 suara. Dengan melihat perolehan suara putaran pertama, suara senat yang belum jelas nanti akan diarahkan pada tiga kandidat yang lolos menjadi calon tersebar ke dukungan Prof Dr Jasruddin 12 suara, Prof Dr Hamzah Upu 8 suara, dan Dr Syarifuddin Dollah 3 suara. Jika ditotalkan, berarti ada 23 suara yang diperebutkan tiga calon rektor UNM.
Tahapan penyaringan pemilihan rektor (pilrek) UNM sempat memanas akibat penggunaan tata bahasa oleh panitia pada tata tertib pemilihan calon rektor. Adalah Prof Ahmad Tolla memprotes tata tertib pada poin empat dan lima.
Salah satu Guru Besar Bahasa Indonesia membantah tatib itu, sebab ada pemahaman yang keliru pada kalimat tersebut. “Jika dilihat dari poin empat sudah dijelaskan perolehan suara untuk urutan ketiga. Tidak perlu lagi ada di poin kelima,” ucapnya.
Rektor UNM Prof Dr Arismunandar menilai, beberapa polemik yang terjadi dalam tahapan penyaringan ini merupakan sebuah dinamika. Proses yang berlangsung menjadi pengalaman bagi seluruh calon yang menang ataupun kalah, serta sebuah konsekuensi dalam pemilihan.
“Saya kira tadi itu pemilihannya berjalan lancar. Adapun sedikit suara itu hal biasa. Saya hanya dapat berharap ketiga calon terpilih adalah orang yang memang layak, dan pastinya sudah memiliki pengalaman. Sekarang tinggal bagaimana memikirkan tahap selanjutnya,” katanya.
Di balik pemilihan calon rektor UNM, kemarin, ternyata banyak bakal calon yang kecewa dengan raihan suaranya. Jumlah suara yang mereka dapatkan diluar prediksi.
Seperti diakui bakal calon nomor urut 1 Prof Dr H Husain Syam, MIP. Meski mendominasi perolehan suara dengan jumlah 35, ia mengakui kalau angka tersebut jauh dari harapan. Sebab prediksi awal bisa meraih jumlah voting di atas 44 suara.
Diapun berharap, dalam pemungutan suara putaran kedua sekaligus menjadi penentu untuk menjadi rektor, Husain berharap bisa mendapatkan tambahan suara yang cukup signifikan.
”Ini kan baru tahap pertama. Masih ada satu putaran lagi. Cuman agak kecewa, sebab prediksi saya bisa mendapatkan di atas 44 suara. Sementara yang diperoleh saat ini 35,” ujarnya.
Namun di balik kekecewaan perolehan suara yang didapatnya, Husain Syam tetap bersyukur bahwa segala perjuagan bersama tim suksesnya telah membuahkan hasil dalam proses penyaringan tiga calon tersebut. “Harapan saya, perolehan suara dalam putaran pertama bisa dipertahankan dan bertambah di putaran kedua,” imbuhnya.
Lain halnya dengan nomor urut 3 Prof Dr Wasir Talib,MS dengan raihan polling 24 suara. Menurutnya, perolehan suara ini sudah sesuai dengan prediksi bersama tim pendukungnya.
“Sebenarnya saya tidak pernah tentukan prediksi jumlah suara, karena itu semua merupakan bentuk dukungan dari tim sukses,” katanya.
Setelah tiga nama ditetapkan sebagai calon rektor UNM, Wasir berencana melakukan rapat dengan tim sukses untuk membahas strategi apa yang akan disusun ke depan dalam menghadapi babak penentuan nantinya.
“Saya kira semua calon perlu strategi. Saya serahkan sepenuhnya kepada teman-teman tim sukses. Habis ini (penyaringan tiga nama calon) saya akan rapat,” terangnya.
Sementara balon nomor urut 6 Prof Dr H Heri Tahir,SH,MH yang menjadi calon rektor pada urutan ketiga dengan raihan 16 suara, tidak berkecil hati dengan perolehan itu. Baginya, tidak ada jaminan kalau calon yang meraih suara terbanyak di putaran pertama dengan mudah akan menjadi rektor. Sebab semuanya akan ditentukan pada putaran kedua.
“Tidak ada jaminan suara hari ini (kemarin) akan jadi penentu di putaran kedua. Bisa saja berubah. Kita tunggu saja putaran kedua,” tandasnya.
Heri juga sempat kecewa, sebab jumlah suara yang didapatkan jauh dari prediksinya bersama tim suksesnya. Untuk itu, akan dilakukan persiapan dan komunikasi yang lebih intens lagi dengan tim serta pendukungnya.
“Sebenarnya perolehan suara ini melenceng dari target saya, yaitu 20. Tapi ini akan menjadi acuan saya lagi untuk tahapan selanjutnya. Sekarang perlu dikomunikasikan lebih intens lagi, sebab visi misi dan program kerja saya juga sudah jelas, untuk membangun UNM lebih baik lagi,” terangnya.
Yang tak kalah kecewanya adalah Prof Dr Jasruddin. Sebab ia tersingkir dan tidak masuk dalam tiga calon terpilih. Hanya mendapatkan 12 suara yang beda tipis dengan Prof Dr Heri Tahir. Padahal besar harapannya dapat meraih suara terbanyak.
”Rasa kecewa pasti ada. Tapi dalam pertarungan itu kan pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Mau tidak mau kita harus terima itu,” tandasnya. (dit/rus/b)
Heri Masuk Tiga Besar, Jasruddin Tersingkir
