Site icon Berita Kota Makassar

Pasar Tamanroya dan Boyong Sama-sama Difungsikan

JENEPONTO, BKM — Untuk menghindari bentrokan antarpedagang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kabupaten Jeneponto memilih tetap menfungsikan Pasar Tamanroya dan Pasar Boyong. Padahal, kedua pasar ini jaraknya hanya sekitar 1 km saja.
Sebelumnya, para pedagang di Pasar Tamanroya, Kecamatan Tamalatea diminta untuk pindah ke Pasar Boyong, pasar yang baru direnovasi Kementerian Perdagangan senilai Rp17 miliar tahun 2013. Di Pasar Boyong telah dibangun kios sebanyak 149 buah.
“Pedagang di Pasar Tamanroya ada yang mau pindah ke Pasar Boyong tapi ada juga yang tidak mau pindah. Ini yang bikin pusing. Makanya untuk sementara kami tetap memfungsikan kedua pasar tersebut,” jelas Kepala Disperindagtamben Kabupaten Jeneponto, Muh Sofyan, Selasa (2/2).
Sofyan mengaku hal ini dilakukan untuk menghindari bentrokan antarpedagang. Pasalnya, menurut Sofyan, saat ini sudah ada provokator yang memanfaatkan kondisi ini.
Namun demikian, Sofyan mengaku telah menyampaikan ke pedagang Pasar Tamanroya jika mereka tidak mau pindah ke Boyong, maka akan didatangkan pedagang dari pasar lain.
“Saya sudah suruh staf kami untuk meminta kunci kios kembali yang diterima para pedagang Pasar Tamanroya beberapa waktu lalu,” katanya.
H Ibrahim, pedagang Pasar Tamanroya yang menolak pindah ke Pasar Boyong mengaku, para pedagang menolak pindah karena lokasi pasar itu rawan banjir dan jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga, kata dia, banyak pedagang ragu tidak banyak pembeli di pasar itu.
(krk/c)

Exit mobile version