TAKALAR, BKM — Pemerintah pusat melalui Pemkab Kabupaten Takalar kembali mencanangkan program bedah rumah untuk 1.650 Kepala Keluarga (KK) di 9 kecamatan se Kabupaten Takalar.
“Bantuan bedah rumah diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Pemerintah Kabupaten Takalar dengan estimasi anggaran sebanyak Rp7,5 sampai Rp10 juta per KK,” kata Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindag Tamben Takalar, Achamd Rivai, Rabu (3/2).
Achmad Rifai menambahkan, guna memenuhi kegiatan bedah rumah pada sembilan kecamatan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.
“Warga yang menerima bantuan bedah rumah tersebut.memiliki kriteria diantaranya rumah tak layak huni, pendapatan perbulannya kurang dari satu juta,” papar Achmad Rifai.
Sementara Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin yang dimintai tanggapannya terkait program pencanangan bantuan bedah rumah berharap masyarakat penerima program untuk ikut melakukan pengawasan.
“Saya minta warag penerima bantuan betul-betul emperhatikan material yang akan disuplai oleh distributor. Warga harus iku memantau agar program ini terhindar dari masalah hukum,” harap Bur, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, bahwa sumber dana untuk program bedah rumah tak hanya bersumber dari APBN, namun juga APBD, Bina Umi dan bantuan dari para kepala SKPD lingkup Pemkab Takalar.
” Untuk APBN sebanyak 1.000 KK. APBD 60 KK, Bina UMI 60 KK dan Bantuan dari SKPD sebanyak 20 KK,,” terang Bur.
Sebelumnya, bedah rumah pertama dicanangkan di Lingkungan Masago, Kelurahan Maradekaya Kecamatan Pattallassang dan diresmikan langsung oleh Bupati Takalar, Selasa, (2/2).
Bur dalam sambutannya menjelaskan, program bedah rumah bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat atas ketersediaan papan dalam arti memberikan perumahan kepada masyarakat dari yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni.
Selain bedah rumah, pihaknya juga membagikan 100 paket sembako kepada warga yang tersebar di Kelurahan Maradekaya seperti di Lingkungan Bontosanra, Bontola, Lingkungan Bilacaddi, Lingkungan Masago, dan lingkungan Bone-Bone. (tom-ira-ril/c)