MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberikan jaminan daerah yang dipimpinnya saat ini akan aman dari gerakan teroris, khususnya ISIS. Meski begitu, ia tetap meminta kerjasama dan dukungan dari aparat TNI, kepolisian serta seluruh lapisan masyarakat.
“Kita yakin Indonesia akan tambah lebih baik dan aman dengan kerjasama dengan semua elemen, baik dari TNI/Polri maupun masyarakat umum,” kata SYL dalam pertemuan akbar di Celebes Convention Centre, Rabu (3/2) siang.
Kegiatan dalam rangka pencegahan radikalisme di masyarakat untuk menjaga Ipoleksosbudkam ini, dihadiri langsung Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan. Para bupati dan wali kota se-Sulsel bersama sedikitnya 12 ribu orang hadir dalam acara ini.
BKM/CHAIRIL
PERTEMUAN AKBAR-Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan berbicara dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ketika menghadiri pertemuan akbar di CCC, Rabu (3/2).Ditegaskan Syahrul, ancaman teroris bisa diantisipasi jika semua elemen bersatu. “Teroris itu bukan Islam. Teroris itu pembunuh. Kami warga Makassar dan Bugis tidak takut dengan teroris,” tandas Syahrul.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Romdhan Pomanto mengatakan, dengan kebersamaan Makassar akan selalu aman. ”Kami warga Kota Makassar akan terus menjadikan Indonesia aman dan nyaman, serta membuat kota Makassar juga lebih baik,” ujarnya.
BKM/CHAIRIL
PERTEMUAN AKBAR-Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan berbicara dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ketika menghadiri pertemuan akbar di CCC, Rabu (3/2).Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sangat bangga melihat masyarakat Kota Makassar yang sangat kompak untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Ia juga melihat masyarakat kota ini bersama TNI, Polri dan pemerintah bersama-sama aktif menjaga wilayahnya aman, sehingga bebas dari gerakan terorisme, seperti ISIS.
“Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih, karena Makassar yang aman dan menjadikan Indonesia menjadi lebik,” katanya.
Ia juga menghimbau kepada Wali Kota Makassar untuk memperhatikan aktifitas masyarakat yang memanfaatkan media sosial. Karena ia melihat saat ini sudah banyak orang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya sebagai tempat untuk melakukan kampanye hitam.
Sebelumnya, usai menggelar rapat bersama jajaran kepolisian se-Sulsel di Mapolda, Rabu (3/1), Syahrul meminta agar aparat kepolisian terlibat aktif mengamankan seluruh megaproyek yang ada di daerah ini. Mulai dari kereta api, empat dam besar, pelabuhan, airport, underpass, hingga kegiatan lain yang membutuhkan penjagaan khusus.
“Di semua negara, di semua wilayah, polisi adalah institusi yang senantiasa dekat dengan masyarakat, menjadi harapan masyarakat dan dibutuhkan masyarakat. Seluruh pemerintahan membutuhkan polisi yang mampu menghadirkan suasana yang aman, damai, tentram, dan teratur di semua wilayah. Oleh karena itu, seperti apapun polisi, harus mampu disupport dan didorong oleh kita semua,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto telah mengumpulkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi perjalanan pembangunan dan keamanan di tahun 2016 ini. Hal tersebut tentu menjadi sangat baik untuk masyarakat dan pemerintah di Sulsel. Mengingat, tidak ada pembangunan yang bisa jalan tanpa keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat.
“Apa yang telah dilakukan Pak Kapolda harus bisa menjadi keyakinan bagi kita semua, bahwa Kapolda bersama jajaran telah mengantisipasi apa-apa yang menjadi harapan kita, untuk hadirnya masyarakat yang tertib di sekitar kita. Itu hanya akan terjadi jika aturan-aturan hukum berjalan dengan baik, yang dilakukan oleh kepolisian,” ujarnya.
Tahun ini, lanjut Syahrul, Sulsel mendapatkan proyek yang cukup besar dan berskala nasional. Tapi sekaligus membutuhkan pengawalan yang kuat dari semua pihak agar bisa berjalan maksimal. Antara lain kereta api, empat dam besar, ada pelabuhan laut, airport, jalan bawah tanah, dan berbagai kegiatan-kegiatan dan fasilitas yang membutuhkan penjagaan khusus.
“Bagaimana airport tidak ada masalah, bisa berjalan tertib. Bagaimana pelabuhan dan mal-mal terjaga dengan aman. Ini harus bisa dicitrakan, dikondisikan, untuk kita terlibat bersama menciptakan rasa aman itu. Rasa tidak ada kecemasan karena ada polisi. Investasi juga tidak mau datang ke daerah yang tidak ada jaminan. Dan Kapolda menjamin kita aman disini, tetapi tentu saja jaminan Kapolda dan Gubernur tidak cukup. Kita seluruh masyarakat harus bisa mengambil bagian,” terangnya.
Sementara, Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto, mengatakan, tantangan ke depan semakin besar dan berat. Mulai dari pimpinan kelompok Santoso yang belum tertangkap, Gafatar, ditambah lagi saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sejauh ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi perhatian yang cukup tinggi terhadap semua itu, sehingga jika ada permasalahan bisa diantisipasi dan secepatnya diatasi.
“Pangdam sendiri diundang dalam rangka sinergitas TNI Polri karena sering terjadi bukan hanya di Sulsel, ada salah paham sedikit masalah pribadi, kemudian menjadi dibawa ke kesatuan. Ini tidak boleh terjadi,” terangnya.
Terkait pengamanan megaproyek di Sulsel, Kapolda menyebut hal tersebut sudah menjadi tugas pokok kepolisian. Namun, pengamanan yang rawan berkaitan masalah lahan.
“Kalau ada yang belum selesai, secara nasional arah Presiden. Polisi bisa bantu bagaimana proses pembebasan lahan, biasanya sengketa,” imbuhnya. (arf-rhm/rus/b)
Di Depan Luhut, Syahrul Sebut Sulsel Aman dari ISIS

BKM/CHAIRIL PERTEMUAN AKBAR-Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan berbicara dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ketika menghadiri pertemuan akbar di CCC, Rabu (3/2).