MALILI, BKM — Pemadaman listrik di Kabupaten Luwu Timur yang dilakukan PT PLN membuat dewan gerah. Dalam sehari pemadaman listrik terjadi hingga berkali-kali. Warga pun melakukan aksi
unjuk rasa di depan kantor Ranting PLN Tomoni dan ranting PLN Malili baru-baru ini.
“Kami gerah melihat PLN yang kerap melakukan pemadaman listrik bahkan dilakukan hingga berulang kali,” ujar Usman Sadik, Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur saat melakukan dengar pendapat, Selasa (2/2).
Menurutnya, pemadam itu telah berdampak pada kerusakan barang elektronik masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang juga terlihat hadir sebagai pimpinan pada agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu serta beberapa anggota dewan lainnya dan instansi terkait dari Pemkab.
Pada RDP kali ini DPRD, Pemkab dan PLN sepakat adanya sembilan poin yang harus dipenuhi pihak PLN yakni, PT PLN menjual listrik ke masyarakat dengan tegangan sebesar 198 – 231 Volt dengan memasang travo setiap jarak 1,5 Kilometer.
Menjamin ketersediaan tenaga listrik dengan terus menerus selama 24 jam, mengamakan dan memperbaiki seluruh jaringan listrik yang ada di Lutim selambat – lambatnya 2 bulan, dan menjamin tidak ada kerusakan jaringan lagi.
Percepatan aktifitas pembangunan Gardu Induk (GI) Wotu paling lambat 5 bulan, sambil menunggu GI beroperasi maka PLN bersedia menyiapkan mesin genset minimal 5 Mega watt.
Mengembalikan fungsi genset ex Malili yang dibawa ke bau – bau paling lambat 3 bulan, untuk 5 desa seberang danau Kecamatan Towuti yakni desa Loeha, Tokalimbo, rante anging, dan bantilang paling lambat akhir bulan februari mesin berkapasitas 100 KW sudah ada dan berfungsi dengan baik.
Seluruh rencana kerja PLN yang berada di Luwu Timur akan dilaksanakan tepat waktu, pemerintah bersama dengan DPRD Luwu Timur akan bentuk tim kerja untuk mengawal kesepakatan ini.
“Apabila poin tersebut dilanggar maka Pemkab dan DPRD akan mengambil langkah hukum,” ungkap Aris.
Manager PLN Rayon Malili, Andi Mukhtar Nur mengatakan saat ini daya yang tersedia melebihi beban pemakaian sehingga menyebabkan seringnya terjadinya pemadaman.
”Kalau pemadaman berlangsung lama biasanya disebabkan gangguan teknis di jaringan, namun jika berlangsung singkat, itu karena kelebihan beban,” katanya. (alp/C)