Site icon Berita Kota Makassar

Senyum untuk Pengunjung Losari

BKM/ARIF AL-QADRI Rezki Tri Rukayya

SETIAP sore menjelang petang, suasana di Anjungan Pantai Losari Makassar selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru. Ada banyak aktivitas yang mereka lakukan di salah satu ikon Kota Makassar ini. Diantaranya berfoto, menyaksikan matahari terbenam atau sekadar menemani anak-anak mereka untuk bermain.
Guna memberikan rasa nyaman dan aman terhadap pengunjung di tempat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setiap sore menerjunkan personelnya ke lokasi tersebut. Mereka bertugas mengontrol aktivitas para pengunjung.
Salah satu yang mendapat tanggung jawab itu adalah Rezki Tri Rukayya. Cewek kelahiran Makassar, 20 Maret 1995 yang akrab disapa Rezki ini menjadi bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut, yang salah satu tugasnya adalah menegakkan peraturan daerah (perda).
Sejak September 2015 lalu Rezki resmi tercatat sebagai personel Satpol PP Pariwisata. Semenjak bergabung di institusi ini, penggemar baca novel mengaku ada perubahan yang terjadi pada dirinya. Terutama kedisiplinannya.
Disiplin tinggi memang diterapkan terhadap personel Satpol PP. Mereka mendapatkan latihan fisik serta dituntut untuk tegas guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas di lapangan.
Bagi alumni SMAN 4 Makassar ini, menjadi bagian dari Satpol PP merupakan hal yang menarik, sekaligus penuh dengan tantangan. Terlebih ketika ia harus terus melakukan razia di tempat penginapan, atau hanya sekadar menjaga dan mengontrol aktivitas masyarakat di tempat keramaian.
”Saya bangga karena dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat, dan ikut membant menjadikan Kota Makassar lebih baik lagi,” ujarnya.
Tidak jarang, ketika melaksanakan tugas di Anjungan Pantai Losari, cewek manis berhidung mancung ini mendapat perhatian dari sejumlah pengunjung. Tidak jarang diantara mereka melempar senyum terhadap Rezki. Diapun membalas senyuman itu sebagai seorang personel Satpol PP Pariwisata.
Di balik pembawaan dan penampilannya yang terbilang memesona, Rezki tetap punya sikap tegas dalam menjalankan tugas. Tak segan itu menegur para pengunjung yang berbuat tidak terpuji, seperti membuang sampah sembarangan, merusak fasilitas umum atau berjualan di tempat yang dilarang.
Selama bertugas sebagai Satpol PP Pariwisatam Rezki kebanyakan menghabiskan waktunya dengan bekerja. Mulai pukul 07.00 Wita ia sudah harus berada di kantor. Pulang pada pukul 17.00 Wita. Bahkan bila tugas mendesak, ia baru bisa kembali ke rumah pada pukul 21.00 Wita.
”Semua itu saya jalani sebagai bagian dari tugas. Apalagi teman-teman di kantor sudah seperti saudara semua,” tuturnya.
Sebelum menjadi Satpol PP Pariwisata Kota Makassar, Rezki kuliah di Telkom Univesity, Bandung Jurusan Manajemen Informatika. Ketika masih duduk di bangku kuliah, terbuka pendaftaran untuk menjadi Satpol PP Pariwisata. Iapun diminta oleh orang tuanya untuk mendaftar, hingga akhirnya diterima.
Karena itu, iapun berencana pindah kuliah di Makassar. Rezki ingin bekerja sambil kuliah, dan berharap bisa sukses di pekerjaan yang dilakoninya saat ini. (arf/rus/c)

Exit mobile version