PASANGKAYU, BKM — Ikram Ibrahim, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulbar, mengamuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako. Pasalnya, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit tersebut, ia diabaikan pegawai di RSUD itu. Diperlakukan seperti itu, Ikram Ibrahim, naik pitam dan menggebrak meja perawat saat hendak melakukan klarifikasi terkait kasus meninggalnya Aqifa.
Aqifa diduga meninggal dunia karena malapraktik. Aksi gebrak meja yang dilakukan Ikram tersebut mengundang perhatian semua pegawai dan masyarakat yang ada di RSUD Ako. Tak puas dengan menggebrak meja, sejumlah ruangan pegawai disisir mencari pihak manajemen RSUD untuk mengklarifikasi terkait adanya dugaan malapraktek yang dilakukan dokter di rumah sakit tersebut.
Bahkan, anggota DPRD tersebut juga terlibat adu mulut dengan salah seorang pegawai rumah sakit yang meminta dirinya untuk tetap tenang. Namun anggota DPRD tersebut tetap emosi dan meminta pihak RSUD menjelaskan kronologis kejadian meninggalnya Aqifa, bocah 11 bulan yang diduga meninggal karena malapraktek.
Sambil berteriak di depan ruangan Direktur RSUD Ako, anggota DPRD tersebut juga marah kepada sejumlah petugas yang ada diruangan KTU RSUD Ako. ”Tidak usah jadi pegawai kalau tidak mau melayani rakyat. Bikin habis uang negara saja kalian ini,” teriak Ikram Ibrahim dengan nada lantang.
Tak lama kemudian, beberapa pejabat RSUD Ako pun menemuinya. Termasuk dokter yang menangani Aqifa, dan juga Ketua Komite Medik RSUD. Sehingga secara perlahan, suasana pun kembali tenang. Apalagi setelah mendapatan penjelasan dari pihak dokter terkait kasus meninggalnya Aqifa.
Ikram Ibrahim, mengatakan, dengan pelayanan publik yang seperti ini di RSUD Ako, sudah jelas sangat mengecewakan. Dan terkesan sangat lambat. ”Makanya tadi saya emosi kerena dipimpong kiri kanan. Dan ini perlu dievaluasi terkait manajemen rumah sakit ini,” terang Ikram. (ala/mir/c)