GOWA, BKM — Warga Kabupaten Gowa mulai dikhawatirkan oleh maraknya pemberitaan seputar penyebaran virus Zika yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Warga bahkan meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, dalam hal ini Dinas Kesehatan agar tidak sebatas mengeluarkan imbauan namun bergegas mengambil langkah pencegahaan, termasuk melakukan pengasapan (fogging).
“Kita khawatir virus ini menyerang warga. Apalagi kemarin ada berita satu pasien DBD seorang anak SD di Bontonompo meninggal dunia. Kalu bisa dilakukan pengasapan, jangan hanya sebatas imbauan saja,” ungkap Salam, warga BTN Nuki, Kelurahan Mangalli, Kecamatan Pallangga, Kamis (4/2).
Kadis Kesehatan Gowa, dr H Hasanuddin sejauh mengaku telah mengupayakan pencegahan DBD dan virus Zika melalui pengasapan dan fogging.
Dia menjelaskan, virus Zika masuk melalui orang pendatang yang terjangkit virus tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta agar seluruh kepala desa di di 18 kecamatan se Kabupaten Gowa lebih sigap memantau warga pendatang di wilayahnya.
“Hal ini dilakukan untuk mencegah wabah virus Zika masuk ke Kabupaten Gowa yang memang berasal dari luar.
Wabah virus Zika kata dr H Hasanuddin dikuatirkan dapat menular lewat warga yang baru datang dari bepergian keluar kota. Untuk itu, kepala desa diminta untuk memantau warga yang sakit setelah bepergian tersebut. Disarankannya begitu sebab menurut Kadis banyak warga Gowa yang pergi merantau sebagai tenaga kerja di luar daerah maupun luar negeri.
Kadis didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Sangkala mengatakan, pihaknya saat ini telah meminta agar seluruh petugas Puskesmas berkoordinasi dengan para kepala desa di wilayahnya guna memantau siapa-siapa tamu di desanya dan darimana asalnya.
“Sehingga setiap ada warga yang didiagnosa memiliki penyakit yang mirip dengan gejala penyakit yang diakibatkan oleh virus Zika dapat segera ditangani. Petugas Puskesmas sudah kami minta untuk menitip nomor kontak ke kepala desa di wilayahnya masing-masing untuk memudahkan koprdinasi,” kata kadis.
Pihaknya juga telah meminta seluruh petugas Puskesmas untuk memantau populasi jentik nyamuk Aedes Aegepty di wilayahnya masing-masing. Sebab nyamuk yang menjadi penyebab DBD ini adalah juga media penyebaran virus Zika tersebut. “Kami juga intensifkan penyuluhan lintas sektor apalagi serangan virus ini sama demam berdarah,” katanya.
Sejauh ini tambah Sangkala, Dinkes tengah meneliti populasi jentik nyamuk di seluruh wilayah Gowa yang dicurigai berpotensi menyebarkan virus Zika sembari menggiatkan abatesasi dan fogging untuk membasmi jentik nyamuk penyebab virus Zika dan demam berdarah tersebut.
“Cuaca yang tidak menentu ini menjadi potensi besar bagi berkembangbiaknya aedes aegefty tersebut. Karena itu warga harus tetap membiasakan menguras, menutup dan menimbun. Cuaca tak menentu ini sebenarnya sangat berpotensi membantu perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegepty. Jadi masyarakat mesti waspada,” katanya seraya mengatakan meski hingga kini belum ada warga yang teridentifikasi terserang Zika namun harus tetap diwaspadai. (sar-ril/c)