MAKASSAR, BKM — Ekonomi Sulsel ditahun 2015 tumbuh 7,15. Perekenomian sulsel diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp341,74 triliun per kapita mencapai Rp39,90 juta. Pertumbuhan terjadi pada semua sektor usaha, kecuali lapangan usaha pengadaan listrik.
”Pertumbuhan ekonomi Sulsel ditahun 2015 merupakan pertumbuhan kelima terbesar secara nasional yang diukur berdasar pada PDRB mencapai Rp341,74 triliun,” ungkap Nursam Salam, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/2) kemarin.
Jika dibandingkan tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Sulsel ditahun 2015 mengalami sedikit perlambatan sebesar 7,54 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,31 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan teringgi dicapai komponen pembentukan modal bruto sebesar 8,34 persen.
Jika dilihat pada triwulan IV ditahun 2015 dibandingkan triwulan IV ditahun 2014 (year on year) tumbuh sebesar 7,24 persen. Melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,70 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2015 terhadap triwulan III-2015 (quarter to quarter) mengalami kontraksi sebesar 6,37 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya.
”Pertumbuhan ekonomi ditahun 2015 pada triwulan ke III kontraksi 6,37 persen, Hal ini disebabkan efek musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami kontraksi sebesar 32,88 persen dari sisi pengeluaran. Ini disebabkan komponen ekspor yang kontraksi sebesar 29,75 persen,” tutupnya. (ina/mir/c)