MAKASSAR, BKM — PT Pegadaian (Persero) terus memberi yang terbaik kepada masyarakat. Khusunya para nasabahnya. Salah satunya, Pegadaian tetap fokus pd pelayanan terbaik. Efeknya adalah kesejahteraaan kepada masyarakat melalui produk Pegadaian yang selama ini dikenal sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sejalan dengan perkembangan, Pegadaian kini banyak menawarkan produk atau usaha, seperti Kreasi, KCA, Klasida, investasi emas mulia, tabungan emas, jasa taksiran, jasa titipan, western union (jasa pengiriman uang, red), dan multi payment online. ”Sesuai namanya multi payment online, maka di outlet-outlet Pegadaian melayani pembayaran rekening listrik, air, telepon, pembelian pulsa, pembelian tiket, dan sejumlah jenis pembayaran lainnya,” kata Muh Ridwan, Humas Pegadaian Kanwil VI Makassar, ketika ditemui BKM di ruang kerjanya, Jumat (5/2) kemarin.
Dari sekian banyak usaha tersebut, kata Ridwan, salah satunya yang sekarang lagi booming dan mendapat respon cukup besar dari masyarakat Makassar dan sekitarnya, yakni tabungan emas. Pasalnya, nilai emas termasuk liqud. Artinya, gampang untuk diuangkan dalam bentuk dijual atau digadaikan dimanapun.
Perkembangan tabungan emas yang mulai dilaunching pada April 2014 lalu atau bertepatan dengan HUT PT Pegadaian (Persero) ke 113, tambah Ridwan, cukup signifikan. Sehingga sangat dimungkinkan layanan tabungan emas Pegadaian yang masih terbatas pada cabang-cabang tertentu, selanjutnya akan dikembangkan di seluruh cabang Pegadaian.
”Di Pegadaian Kanwil VI Makassar yang wilayah kerjanya meliputi Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Ambon, Insya Allah pada April 2016 mendatang sudah dapat melayani usaha tabungan emas ini. Di Kanwil VI Makassar terdapat 88 kantor cabang dengan 418 outlet. Pelayanan usaha tabungan emas menyeluruh ini dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun Pegadaian ke 115,” jelas Ridwan.
Sejak pertama kali dilaunching hingga sekarang, baru dua kantor cabang yang melayani tabungan emas. Yakni kantor cabang konvensional Pasar Butung dan kantor cabang syariah Pasar Sentral. Dari dua kantor cabang ini memperlihatkan transaksi cukup menggembirakan untuk tabungan emas.
”Di kantor cabang konvensional per 2 Desember 2015, jumlah nasabahnya sebanyak 1.966 orang dengan total transaksi 1.638 gram senilai Rp850.369.560. Dan untuk cabang syariah sebanyak 1.182 nasabah dengan transaksi 1.311 gram senilai Rp674.742.350,” tambahnya.
Untuk itu, lanjut Ridwan, seluruh masyarakat agar memanfaatkan layanan tabungan emas ini. Karena tabungan emas sangat baik untuk investasi jangka panjang. Mengingat harga emas yang fluktuatif. Dengan simpanan awal Rp10 ribu, masyarakat sudah bisa memiliki tabungan emas dengan nilai konversi emas. Tabungan emas ini baru bisa diambil setelah mencapai hitungan lima gram.
”Jadi emas itu bisa digadaikan dan bisa pula dijual kembali ke Pegadaian dengan harga buyback atau harga dasar penjualan yang disesuaikan pada kondisi hari itu,” terangnya. (mir)
Masyarakat Minati Tabungan Emas Pegadaian

BKM/AMIRUDDIN NUR Muh Ridwan