GOWA, BKM — Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) RI Kabupaten Gowa menggelar sidak di kantor biro perjalanan umrah dan haji Gesia Tour yang terletak di Jalan Mangka Dg Bombong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (5/2).
Sidak dilakukan karena sebelumnya pihak travel diduga menelantarkan 70 orang jamaah umrah di Malasysia.
Sidak pihak Kemenag itu disambut Asmawati, Asisten Manager Gesia Tour Travel Makassar. Dari investigasi singkat, diketahui jika perusahaan travel tersebut tidak memiliki izin dari pemerintah. Asmawati pun hanya menjelaskan jadwal yang diketahuinya sesuai aturan managemen Gesia.
Iskandar Fellang, Selaku Kepala Kantor Kemenag RI Sulsel menegaskan, jika aktivitas perjalana haji milik Gesia tidak memiliki izin.
“Ini pelanggaran besar sebab travel ini tidak memiliki izin resmi. Kita upayakan tangani persoalan ini dan berharap para jamaah tersebut bisa melaksanakan unrahnya dengan tanpa kendala dan bisa segera kembali ke Gowa,” kata Iskandar Fellang.
Iskandar Fellang juga menegaskan dalam aturan umrah tidak dibolehkan perjalanan jamaah transit satu maupun dua kali. Dan hanya satu maskapai yang boleh digunakan dan tidak boleh pindah-pindah maskapai.
Sementara Kepala Kantor Kemenag RI Gowa, Anwar Abubakar yang mendampingi kunjungan tersebut, meminta dengan tegas agar pihak travel Gesia Tour wajib melaksanakan seluruh ketentuan pemberangkatan para jamaah umrah tersebut dengan baik dan kembali dengan selamat ke tanah air yakni ke Kabupaten Gowa.
“Para jamaah umrah itu kini ada di Malaysia dan menurut pihak travel subuh sebentar Sabtu katanya akan diberangkatkan ke Jeddah,” jelas Abubakar Paka didampingi staf Bagian Haji dan Umrah Kemenag Gowa.
Sekedar diketahui, 70 calon jamaah umrah dijanji diberangkatkan Jumat (5/2) malam. Namun hingga jelang sore para calon jamaah pun mulai resah sebab bakalan tidak ada tanda-tanda akan diberangkatkan malam. Informasi kemudian, mereka baru akan diberangkatkan ke Jeddah pada Sabtu (6/2) subuh waktu Malaysia.
Saat ini, 70 orang jamaah umrah Gowa itu sudah berada di Malaysia.
Konon calon jamaah ini akan diterbangkan menggunakan pesawat Batik Air dari Makassar ke Jakarta dan dari Jakarta ke Singapura naik pesawat Air Asia.
Sebelum pemberangkatan jadwal Jumat kemarin, para jamaah umrah adal Gowa itu sudah dikumpulkan oleh pihak travel selama tiga hari ini di Malaysia. Dan selama tiga hari itu para calon jamaah telantar. Makanan yang diberikan sudah basi.
Mereka juga terbentur dengan Visa yang hanya sampai pada tanggal 7 Pebruari dengan menggunakan maskapai penerbangan Maldives Airlines. Untuk ikut jamaah umrah Gesia Tour ini, para jamaah membayar Rp17 juta dengan ketentuan tidak bisa ganti maskapai dan hanya satu kali transit. (sar-ril/b)
Travel Gesia Tour Dipastikan Ilegal

BKM/IST SIDAK -- Romobongan Kemenag RI Sulsel dan Gowa saat melakukan sidak kunjungan ke Gesia Tour Travel untuk meminta klarifikasi terkait telantarnya 70 calon jamaah umrah di Malaysia.