POLEWALI, BKM — Dalam beberapa hari terakhir, merebak informasi di tengah-tengah masyarakat tentang terjadinya lonjakan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Hal ini mendorong Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar (AIM), melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat secara langsung perkembangan harga Sembako tersebut di sejumlah pasar tradisional, Minggu (7/2).
Didampingi sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), AIM mengunjungi Pasar Pekkabata dan Pasar Wonomulyo. Dari hasil kunjungan tersebut, AIM menilai kalau kenaikan harga sembako yang terjadi di sejumlah pasar saat ini tidak terlalu signifikan. Tetapi, hal itu tetap harus dipantau agar situasi harga kembali normal.
”Kenaikannya masih normal. Yang naik harganya itu cuma barang dari perusahaan besar, seperi perusahaan rokok. Bahan pokok lainnya selain beras masih dalam tataran normal,” tuturnya.
Meski demikian, bahan pokok seperti beras memang ada kenaikan. Tetapi, kenaikan itu mengikuti dari kualitasnya. Kenaikannya pun hanya sekitar Rp500 hingga Rp2.000 per kilogram. Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang signifikan, Pemkab telah melakukan pemantauan dan operasi pasar guna menekan dan menstabilkan harga yang diberikan pedagang kepada konsumen agar tidak terlalu membebani masyarakat.
Jika setelah operasi pasar tersebut harganya masih mengalami kenaikan, maka jalan terakhir adalah Pemkab akan meminta Bulog turun melakukan operasi pasar besar-besaran agar situasi harga kembali normal. Sebelumnya, anggota DPRD Polman, Abu Bakar Kadir mengatakan, kenaikan harga yang terjadi di pasar-pasar menjadi pertanyaan.
Kenaikan itu bahkan mestinya mendapat perhatian serius dari Pemda dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Koperasi. Bahkan, Disperindag diminta membuar regulasi harga di pasar. Sehingga pedagang tidak semaunya menaikkan harga. ”Disperindag harus turun tangan melihat kondisi ini. Jangan biarkan harga sembako di pasar tak bisa dikendalikan,” tuturnya. (*mir)