PAREPARE, BKM — Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto, tiba di rujab wali kota Parepare, H.M Taufan Pawe untuk sarapan pagi sebelum ke Mapolres Parepare, Selasa (9/2) kemarin.
Di Parepare, Kapolda menyerahkan penghargaan kepada Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast, dan 15 polisi tim gabungan Intelkam dan Lantas yang berhasil membongkar penyelundupan narkoba 10 kg senilai Rp 13 miliar.
Kapolda Sulselbar, Ijen Pol Pudji Hartanto, memberikan apresiasi atas keberhasilan ini.
Pudji meminta para polisi bekerja ihklas dan penuh rasa tanggungjawab maka pasti hasilnya memuaskan.
“Ini hanya kertas penghargaan yang tidak bisa dinilai uang, tapi karena berhasil mengungkap narkoba 10 kg maka penghargaan ini bernilai bagi 15 anggota Polres Parepare yang mampu membuktikan loyalitas dan kinerjanya,” “terangnya.
Sebaliknya jika ada oknum polisi terlibat narkoba maka sanksinya adalah dipecat.”Kita tidak boleh main-main soal narkoba, jika ada polisi terlibat saya akan beri sanksi berat, termasuk pemecatan,”tegas Pudji.
Pudji mengakui Kapolda dan Japolri memback up Polres Parepare membongkar narkoba beserta jaringanya.” Siapapun terlibat harus dihukum, polisi tidak akan melakukan tindakan sesuai hukum berlaku, baik itu internal maupun eksternal, karena tugas polisi harus perang melawan narkoba, dan juga melibatkan masyarakat dalam membongkar mafia narkoba tersebut,”tuturnya.
General Manager (GM) Pelindo 4 Parepare, Johan Daming, membenarkan jika sejumlah titik adanya pelabuhan tikus-tikus yang bisa masuk peredaran narkoba.
Seperti Ujung Lero Kabupaten Sidrap, daerah manjenne, polmas, bahkan kabupaten Barru.”Pelabuhan resmi saja bisa masuk narkoba apalagi pelabuhan tidak resmi,”jelasnya.
Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast, berterima kasih atas dukungan dari polda sesuselbar yang memberikan motivasi buat polres Parepare dengan jajaranya telah mengungkap narkoba sebanyak 10 kg, terbongkarnya barang ini tak lain berkat dukungan informasi dari masyarakat sendiri.
(smr/C)