WATAMPONE, BKM — Salah seorang warga Surya Gunawan di Kabupaten Bone bonyok diamuk warga karena diduga telah melakukan pemerasan terhadap Kepsek SDI 5/81 Desa Tappale Ponre Ponre Kecamatan Libureng Kabupaten Bone H Hatta, Jumat (5/2) sore di rumah sang Kepsek.
Tak hanya bonyok, mobil rental yang dikendarainya juga ikut dirusak massa.
Informasi yang berhasil dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan sore itu ada seorang warga Surya Gunawan diduga melakukan pemerasan dan penipun terhadap H Hatta. Warga yang kesal kemudian langsung menghakimi Surya.
Surya kepada polisi mengaku pada Senin siang kemarin dirinya dianiaya di rumah H Hatta (Kepsek). ”Pas saya tiba di rumah Kepsek sekitar pukul 17.00. Saya memang sudah ditunggu. Saya mau dikasi uang Rp 5 juta. Tapi saya belum terima uang itu, tiba-tiba datang seseorang. Tak lama berselang datang juga orang yang belakangan saya tau kalau dia itu adalah Babinsa di Desa itu. Menyusul warga berdatangan warga yang lain dan langsung memukul saya dengan kata-kata kalau saya ini pemeras dan penipu,” ujar Surya dengan mata yang masih bengkak.
Menurut Surya dirinya membantah telah menerima uang senilai Rp 40 juta dari sang Kepsek.
”Uang yang saya terima tidak sebanyak itu dengan tiga kali penerimaan. ”Saya memang sudah beberapa kali dikasi uang. Dengan alasan temuan kami terkait penyimpangan dana BOS di SDI 5/81 tidak dipublikasikan,” tambahnya lagi.
”Pertamakali saya dikasi Rp 4 juta di Masjid Agung Watampone. Menyusul di Tanah Batu tepi jalan Poros Makassar Rp 10 juta, terus di rumahnya di Desa Tappale Rp 8,5 juta. Terakhir Rp 5 juta tapi saya tidak ambil karena sudah lebih dulu dianiaya dan dikatakan penipun dan pemeras,”jelasnya lagi.
Sementara itu, Kepsek SDI 5/81 H Hatta juga telah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bone terkait tuduhan provokator penganiayaan.
Ketua LSM Lacak Mustafa yang juga ayah Kandung Surya Senin kemarin mendatangi Mapolres Bone untuk mengetahui perkembangan kasus yang dialami surya.
H Hatta yang hendak dikonfirmasi terkait kasus ini tak berhasil ditemui. Namun Andi Ade salah seorang kerabat H Hatta saat ditemui di Mapolres mengatakan sebenarnya hal ini tidak terjadi jika dia bersedia menerima uang Rp 5 juta pemberian sang Kepsek.
”Dia tidak mau kalau lima juta. Dia mau kalau sembilan juta. Jadi H Hatta juga sudah tidak tahan lagi diperas. Jadi dia minta bantuan,” tandas A Ade.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Andi Asdar yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus ini. ”Kasusnya sedang kita proses. Tersangkanya dari oknum LSM sudah diamankan kita tunggu saja hasil pemeriksaannya. (amr/C)