SIDRAP, BKM — Animo masyarakat Kabupaten Sidrap menunaikan ibadah haji semakin tinggi. Hal itu terbukti setelah data sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Urusan Haji Kemenag setempat pertanggal 10 Februari 2016, merilis daftar tunggu calon jemaah haji (CJH) sudah mencapai 7.613 orang.
Setiap tahunnya, CJH telah mendaftar bertambah sedikitnya 500 orang pertahun, berarti jika di estimasi keberangkatannya itu bisa memakan waktu 35 tahun lamanya.
Regulasi daftar tunggu itu tidak sebanding dengan kuota pemberangkatan yang minim yakni Sidrap hanya dijatah 203 orang CJH setiap tahunnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidrap H. Kaharuddin Aras, Rabu (10/2) mengatakan, data Siskohat sudah memperlihatkan, bakal calon haji di Sidrap yang sudah mendaftarkan diri sebanyak 7.613 orang.
Hal ini menandakan animo masyarakat Sidrap untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi sekaligus memperlihatkan daerah ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
“Sebenarnya kita memang kewalahan dengan jumlah pendaftaran CJH Sidrap yang membengkak setiap tahun. Sementaa quota haji tahun lalu masih berkisar 203 orang. Seandainya kita bisa larang masyarakat mendaftar, sudah pasti kita setop. Tapi aturannya dari pusat soal larangan mendaftar belum ada, dan selama ini tidak pernah membatasi warga untuk mendaftar haji,” lontar Kaharuddin yang ditemui dikantornya, kemarin. Tahun ini ada rilis jatah setiap daerah.
“Pengurangan kuota 20 persen tahun lalu atau kuota 203 sudah dicabut kembali. Yang jelas tahun ini pasti kuota kita akan ditambah, cuma saat ini keputusan penentuan kuota belum ada ditetapkan setiap daerah,”ungkap Kaharuddin.
“Indonesia merupakan urutan pertama jamaah haji terbanyak di dunia. Sekarang hampir semua fasilitas di Mekkah dan Madinah sudah rampung pengerjaannya. Jadi Pemerintah Arab Saudi menambah kuota Indonesia secara bertahap. Kuota tambahan haji 2016 ini 10 ribu hingga total menjadi 178 ribu orang,” lontar Kaharuddin.
Untuk Sulsel sendiri, tahun lalu, dijatah 8 ribu CJH dan menempati urutan kedua calon jemaah haji terbanyak setelah Jawa Timur. Sementara Kabupaten Sidrap menempati urutan ketiga ‘Waiting List’ daftar tunggu terbanyak setelah Kabupaten Bone dan Pinrang.
“Insyallah, lokasi Tawaf dan Sa’i di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah sudah bisa menampung jutaan jamaah,” harap H Kaharuddin Aras. (ady/C)