Site icon Berita Kota Makassar

Naik Haji Berkat Sang Komandan

SELAMA delapan tahun bertugas mendampingi Gubernur Syahrul Yasin Limpo sebagai pengawal pribadi, banyak suka dan duka yang telah dilalui.

Laporan: RAHMA AMRI

Lelaki humoris yang dikenal akrab dengan wartawan ini harus selalu siaga 24 jam. Kapanpun dibutuhkan, dia harus selalu stand by. Tengah malam sekalipun, jika diminta untuk mengawal Sang Kosong satu, dia harus siap.
H Nazir mengaku kerap mendapat komplain dari anak-anak karena waktu yang disiapkan untuk keluarga tidak banyak.
“Komplain keluarga tentu ada. Terutama dari anak bungsu saya yang baru duduk di kelas 1 SD. Namun, itulah resiko yang harus saya hadapi,” jelasnya.
Dia mengaku kadang merasa sedih jika berangkat kerja saat anak-anak masih tidur dan pulang kerja, mereka juga sudah pulas. Malah, jika agenda padat, dia tidak sempat pulang ke rumah. Namun, dia menganggap apa yang dialami adalah beban kerja. Niat tulus untuk mengabdi pada profesi yang telah dipilihnya nomor satu.
Soal keluarga, agar komunikasi tetap intens, H Nazir mengandalkan telepon.
“Saya banyak berinteraksi lewat telepon dengan isteri dan anak jika waktu untuk mereka sedikit. Pada dasarnya, keluarga mensupport kerja saya. Malah ada kebanggaan dari mereka,” jelasnya.
Ada cerita menarik yang menjadi pengalaman berharga dan tak bisa dilupakan selama menjadi pengawal gubernur.
Tahun 2013, dia mendapat kejutan dari Sang Komandan karena dipanggil langsung untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Padahal, rencana keberangkatan ke sana tinggal dua minggu lagi. Tentu H Nazir terkaget-kaget. Dia harus mempersiapkan segalanya, termasuk mentalnya dalam kurun waktu hanya dua minggu.
“Itu sangat tidak terduga. Saya dipanggil Pak Gubernur. Beliau mengatakan, kamu berangkat naik haji dua minggu ke depan. Ada perasaan bersyukur dan bangga diperhatikan begitu,” kata H Nazir.
Ternyata, keberangkatannya ke Tanah Suci tidak dilepas begitu saja oleh Gubernur. Semua sudah diurus sesuai instruksi Sang Komandan sehingga dia bisa beribadah dengan baik dan khusyuk.
Di mata H Nazir, Gubernur Syahrul Yasin Limpo merupakan sosok yang nyaris paripurna.
“Pak Gubernur itu kalau percaya sama kita, akan dijaga dan dipake terus,” jelasnya.
Dia berharap bisa mendampingi gubernur terus sampai dirinya tidak dibutuhkan lagi.
Banyak ilmu yang diperoleh dari gubernur. H Nazir mengaku diajarkan untuk selalu survive dalam keadaan dan kondisi apapun. Dari situ dia belajar untuk bisa bertahan dan selalu kuat dalam menjalankan aktifitasnya yang penuh tantangan.(rhm/b)

Exit mobile version