Site icon Berita Kota Makassar

Puluhan Makam dan Fasum di Bambakoro Terancam Erosi

PASANGKAYU, BKM — Setelah ratusan hektar lahan serta pemukiman warga di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), hanyut oleh erosi sungai. Kini, puluhan makam dan sejumlah fasilitas umum (fasum) seperti jalan dan gedung sekolah kembali terancam hanyut.
Selain gedung SD dan jalan desa, puluhan makam juga terancam hanyut erosi. Bahkan menurut warga setempat, salah satu dari makam tersebut sudah ada yang terjatuh ke dalam sungai. ”Bapak lihat saja dari bibir sungai ini ke gedung SD itu tinggal 100 meter lebih. Apalagi makam ini tinggal lima meter lagi. Bahkan salah satu makam sudah terjatuh ke dalam sungai pak,” ungkap Jabir sambil menunjuk kearah bibir sungai yang berjarak sekitar lima meter dari makam.
Hal senada disampaiakan Abi. Selain makam dan gedung SD, jalan desa juga kembali terancam hanyut. Padahal, jalan desa ini adalah salah satu akses warga yang didanai APBN 2013 lalu. Jika tidak segera dibendung tambahnya, maka dipastikan fasilitas umum ini habis tergerus Sungai Lariang.
”Kasihan kami pak. Lahan sebagai sumber penghasilan kami sudah habi. Sekarang jalan sebagai akses warga juga kembali terancam hanyut. Ini sekitar 10 meter. Dalam waktu tidak lama, jalan yang didanai uang negara ini juga akan habis tergerus sungai,” tuturnya.
Lebih jauh dituturkan, erosi di Bambakoro terjadi sejak 2010 silam hingga saat ini. Saat itu sempat menerlantarkan 40 kepala keluarga (KK) warga lantaran pemukiman mereka hanyut tergerus erosi. Belum lagi lahan kelapa sawit warga, ikut raib. Namun hingga kini desa tersebut belum mendapat perhatian serius pemerintah. (ala/mir/c)

Exit mobile version