Site icon Berita Kota Makassar

APBD Tembus Rp1,4 Triliun, Optimis Ekonomi Tumbuh Pesat

BKM/IRWAN MUSA Andi Mudzakkar

TIDAK terasa 10 tahun sudah Kota Belopa menjadi ibukota Kabupaten Luwu. Pada hari Sabtu (13/2), masyarakat dan pemerintah di daerah ini merayakan hari jadi tersebut. Ada banyak optimisme di HUT kali ini.

Laporan: Irwan Musa

DI bawah kepemimpinan Ir H Andi Mudzakkar,MH dan H Amru Saher,ST sebagai pasangan bupati dan wakil bupati, Kabupaten Luwu terus bertumbuh. Bukanlah hal yang mustahil jika pemerintah dan masyarakat di daerah ini berharap perputaran ekonomi semakin maju, mandiri serta mampu bersaing di tahun 2016 serta tahun-tahun mendatang.
Bupati Luwu dua periode yang akrab disapa Cakka ini, mengatakan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Amru Saher memiliki mimpi bahwa suatu saat nanti Tana Luwu akan memiliki akses jalur kereta api, bandar udara yang didarati pesewat jenis Boeing guna mempersingkat jarak tempuh antar wilayah kabupaten dan kota lainnya di Tana Luwu.
“Bermimpi untuk kemajuan itu tak perlu ragu. Jangan pernah ragu membangun untuk kesejahteraan masyarakat. Beranilah untuk meraih cita dan asa demi kemajuan kita di Tana Luwu,” kata Cakka penuh optimisme.
Guna meraih mimpi, urai Cakka, kita tidak boleh melupakan kerja keras para pendahulu di Bumi Sawerigading. Sebab mereka telah memperjuangkan proses pemekaran, sehingga Luwu menjadi satu kabupaten otonom yang berdiri sendiri dengan menjadikan Belopa sebagai ibukota.
Sebagai generasi penerus, semangat pergeseran kota Belopa tidak pernah mengesampingkan tradisi dan budaya serta kearifan lokal Kabupaten Luwu. Seluruh rakyat Tana Luwu sebagai sesama Wija to Luwu, serta seluruh komponen masyarakat harus bersikap optimis dan berpikir positif, bahwa menjadi penerus pembangunan pascapemekaran harus terus membangun kesepahaman untuk menyatukan langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era serba canggih saat ini.
Sebagai bentuk komitmen sebagai Bupati Luwu maupun sebagai pribadi dan Wija To Luwu, kata Cakka, pada tahun anggaran 2016 pihaknya bersama DPRD telah berupaya keras dan gencar mencari sumber anggaran untuk pembangunan di wilayah yang dijuluki Wanua Mapatuo Naewai Allena ini. Hasilnya, APBD Luwu tahun 2016 mampu tembus Rp1,4 miliar.
”Dalam APBD 2016 kita prioritaskan membangun desa dan menata kota. Mulai dari infrastruktur jalan, jembatan dan pembangunan fisik lainnya. Semuanya diperuntukkan bagi peningkatan ekonomi masyarakat Luwu, agar mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan dan tumbuh lebih pesat lagi,” kata Cakka.
Disebutkan Bupati, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu mencapai 7 hingga 8 persen. Angka itu setara dan bersaing dengan pertumbuhna ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Program Bupati lainnya lainnya yang pro rakyat, yakni besarnya alokasi dana desa (ADD) yang akan dikelola oleh kepala desa pada tahun anggaran 2016. Dengan ADD yang cukup signifikan, diharapkan dapat membangun sinergitas dengan pemerintah daerah. Khususnya terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan penjabaran dari visi-misi pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Luwu.
Diakui Andi Mudzakkar, untuk menuju Luwu yang maju, mandiri dan berdaya saing, perlu adanya agenda rutin yang bertujuan untuk mensinkronkan program SKPD dengan program instansi vertikal. Untuk mampu bersinergi, maka berbagai program Pemkab Luwu dibahas dalam pertemuan saat musrenbang, baik musrembang tingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten. Dalam kegiatan melibatkan para kepala SKPD, camat dan kepala desa itu disampaikan program prioritas di wilayah masing-masing.
“Semua harus sinkron. Seluruh program di tahun 2016 telah direncanakan pada 2015 kemarin, sehingga ada kesinambungan program. Untuk tahun ini 2016 tidak ada lagi kata mandek, karena akan berdampak pada tahun berikutnya. Apalagi aturan keuangan tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana untuk tahun 2016 ada reward dan funishment,” ujar Suami dari Andi Tendri Karta ini.
Di berbagai kesempatan rapat kordinasi dengan kepala SKPD, camat, lurah dan kades, Cakka senantiasa mensosialisasikan program pemerintah pusat yang tertuang dalam Nawacita yang merupakan landasan dan pijakan program pemerintah daerah. Salah satu yang menjadi prioritas yakni ketahanan pangan.
Ia juga seringkali mengingatkan bahwa ADD yang diterima setip desa di Luwu tentu tidak merata jumlahnya, sebab ada bilangan pengali. Karena itu, pemerintah desa harus memanfaatkan dan menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya.
Kepada para camat, diingatkan pula untuk menjalankan fungsi koordinasi dan asistensi anggaran di tingkat desa, dibantu para kepala SKPD yang telah ditunjuk khusus untuk mendukung tertib administrasi dan tertib pembangunan di setiap desa yang ada di wialayahnya.
“Berhasil tidaknya desa tentu bergantung kepada camat serta bantuan para kepala SKPD. Makanya harus bekerja, jalankan fungsi asistensi. Harapan saya desa dan camat banyak koordinasi dengan kepada desa. Untuk pemanfaatan ADD, perhatikan pembuatan program. Sebab kita memiliki tambahan anggaran,” tutur Andi Mudzakkar, yang memang fokus membangun desa menata kota di periode kedua pemerintahannya.
Di usia Kota Belopa yang memasuki 10 tahun, Cakka mengatakan bahwa saat ini telah dilaksanakan penyempurnaan tahapan perencanaan dan keuangan. Selain itu, dirinya yakin jika para kepala SKPD telah membuat rencana strategis guna menyokong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang mandiri
“Di usia 10 tahun Kota Belopa, mari kita wujudkan kabupaten yang maju, mandiri, berdaya saing yang bernuansa religius,” tandas Andi Mudzakkar di akhir wawancara dengan BKM.
Atas kerja keras Bupati, Wakil Bupati, Sebba dan para kepala SKPD beserta jajarannya, Ketua DPRD Luwu Andi Abdul Muharrir memberi tanggapan positif. Karena menurutnya, untuk bisa sampai di usia 10 tahun Kota Belopa menjadi ibukota Kabupaten Luwu, bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi bagi jajaran birokrasi di Kabupaten Luwu membangun Belopa, yang dulunya hanya sebagai salah satu kota kecataman, lalu kemudian berubah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan daerah otonom.
”Kita patut memberi apresiasi kepada eksekutif dalam upaya mencari sumber pendanaan untuk membangun dan menata kota Belopa,” ujarnya.
Diakui, berkat kerja keras pemerintahan Andi Mudzakkar dan Amru Saher sebagai bupati dan wakil bupati Luwu, besaran APBD tahun 2016 mampu menembus Rp1,4 triliun. Angka itu naik Rp388,33 miliar atau 33,19 persen dari APBD tahun 2015 yang jumlahnya Rp1,01 triliun.
”Target pendapatan yang cukup besar akan lebih mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur di masyarakat tentunya,” tutur Ketua DPRD Luwu dari Partai Golkar ini.
Namun dia mengingatkan agar jajaran birokrat di Kota Belopa tidak cepat berpuas diri dengan besaran APBD tahun ini. Semua itu harus diberangi dengan kerja keras dari setiap SKPD untuk menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah ini, sehingga tujuan memajukan roda ekonomi rakyat Luwu dapat terwujud. (*/rus/b)

Exit mobile version