Site icon Berita Kota Makassar

Ketua Dewan Pertanyakan Keluarga Kakek Lai

PASANGKAYU, BKM — Hidup sebatang kara yang dialami Lai, kakek 89 tahun, warga Dusun Kayu Maloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, turut mengundang rasa prihatin dari Ketua DPRD Mamuju Utara (Matra), Lukman Said. Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) ini mempertanyakan keberadaan dan perhatian dari kerabat kakek yang sudah sakit-sakitan tersebut.
Sebab, kata Lukman, kerabatnyalah mesti paling pertama bertanggung jawab atas kondisi yang dialami Lai sekarang. ”Dimana ini keluarganya? Seharusnya keluarganya dulu yang memberikan simpati. Karena tidak mungkin tidak ada kemenakannya. Tidak mungkin tidak ada saudaranya. Tidak mungkin tidak ada omnya. Seharusnya merekalah yang urusi,” ujarnya beberapa hari lalu.
Jika memang tidak memiliki kerabat, politisi PDIP ini menyebut seharusnya warga sekitar yang menjadi tetangga Lai proaktif mengurusi dan memberikan informasi kepada pemerintah setempat, agar bisa segera mendapat bantuan. Ia menyayangkan karena kondisi kakek jompo itu sudah berlangsung selama 10 tahun, namun baru terpublikasi saat ini.
”Kalau dia tidak punya BPJS seharusnya dari dulu tetangganya menyampaikan ke kami. Kalau bukan tetangganya, yah kepala dusun, imam atau siapapun yang berada disana. Ini intinya persoalan kemanusiaan. Jangan dijadikan suatu ajang komoditas politik,” sebutnya.
Atas kondisi yang dialami Lai, ia berharap Pemkab Matra, maupun BPJS Matra segera turun tangan untuk melakukan penanggulangan. Sebab sangat miris jika masih ada warga Matra yang mengalami nasib demikian. Ia juga memerintahkan komisi I DPRD Matra untuk turun langsung meninjau kondisi kakek sebatang kara tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Matra, Uksin Djamaluddin, mengaku turut perihatin atas kondisi Lai tersebut. Jika memang ada perintah dari ketua DPRD Matra, pihaknya siap untuk turun lapangan meninjau langsung kondisi Lai. ”Kami ini di DPRD siap saja. Kalau pimpinan memerintahkan demikian, maka kami akan turun. Tetapi memang keluarga yang bersangkutan harus memperhatikan nasib Lai ini. Kami juga berharap BPJS segera merespon. Karena Lai belum belum memiliki BPJS,” terangnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version